Telkomsel Perlu Ganti Rp 600 ke Pelanggan 3G
- detikInet
Jakarta -
Menteri Kominfo Sofyan Djalil menegaskan Telkomsel perlu mengganti biaya yang telah dikeluarkan pendaftar 3G. Meskipun hanya Rp 600. Menteri Komunikasi dan Informatika, Sofyan Djalil, mengatakan Telkomsel belum boleh menggelar layanan 3G komersil sebelum selesai Uji Laik Operasi (ULO). Semua yang terkait 3G sebelum itu, ujar Sofyan, harus bebas biaya. Di sisi lain Telkomsel sudah mulai membuka pendaftaran pelanggan yang ingin menikmati layanan 3G. Pendaftaran ini dilakukan melalui SMS dengan biaya normal (Rp 250 - Rp 350). Proses itu membutuhkan paling tidak dua SMS (Rp 500 - Rp 700). Sofyan menegaskan biaya SMS itu pun harus diganti oleh Telkomsel. "Kalau dari SMS itu ada biaya. Begitu ini (3G-red) sudah diaktifkan, itu akan di-reimburse," ujar Sofyan kepada wartawan, usai membuka seminar keamanan Bellua Cyber Security Asia 2006, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (30/8/2006).Pengembalian dana (reimburse) tersebut, ujar Sofyan, juga harus termasuk 'bunga'. Ini karena layanan 3G Telkomsel direncanakan baru akan aktif bulan September 2006. "Paling sedikit seharga SMS itu, Rp 600," tukasnya. Vice President CRM Telkomsel, Erik Meijer, mengatakan biaya SMS itu untuk pengganti biaya trafik SMS dan bukan untuk membayar layanan 3G. Hal itu juga dilakukan Telkomsel agar pendaftar 3G tidak nyampah alias asal mengirim SMS saja. "Lagipula itu tidak kami kenakan tarif premium," tukasnya di kesempatan yang berbeda. Seharusnya Gratis Sementara itu, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) meminta Telkomsel menggratiskan registrasi layanan 3G kepada para pelanggannya. Pasalnya, layanan 3G sebelum resmi keluar secara komersial harus diberikan gratis kepada para pelanggan."Kami baru bertemu dengan Telkomsel. Mereka bilang, layanan 3G-nya akan digratiskan sebelum diluncurkan. Kalau memang layanannya digratiskan, kenapa registrasi melalui SMS harus dikenakan biaya," ujar anggota BRTI Heri Sutadi di kesempatan berbeda.Heru menegaskan sebelum operator mendapatkan izin uji laik operasi (ULO), mereka tidak boleh mengkomersialkan layanan 3G atau memunggut bayaran. "Saya sendiri belum pernah mencoba mendaftar apakah bayar atau tidak. Idealnya kalau bersifat non-komersial artinya tidak berbayar, tetapi mungkin Telkomsel punya argumen lain kenapa SMS-nya mesti bayar," tegasnya. Berkaitan dengan dikenakannya tarif SMS tersebut, Direktur Niaga Telkomsel Yuen Kuan Moon menjelaskan, nantinya setelah komersialisasi para pelanggan tersebut akan diberikan benefit yang lebih besar dari nilai SMS yang mereka keluarkan untuk registrasi. Hal serupa diserukan Direktur Utama Telkomsel Kiskenda Suriahardja. "Bagi yang sudah mendaftar akan kami beri special treatment," ujarnya berjanji. Menurut Moon, kuota untuk pendaftaran 3G telah dinaikkan dari 10.000 menjadi 36.000. Secara nasional, SMS pendaftaran yang masuk hingga senin (28/8/2006) lalu telah mencapai angka 30.000 lebih. Dimana 60 persennya berasal dari pelanggan di Jakarta.(wsh/rou)
(wicak/)