Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Meski Terganjal Duopoli
Mobile-8 Minati Layanan Serupa Flexi
Meski Terganjal Duopoli

Mobile-8 Minati Layanan Serupa Flexi


- detikInet

Jakarta - Selain layanan seluler (Fren), PT Mobile-8 Telecom berminat menggelar layanan telepon tetap nirkabel (Fixed Wireless Access/FWA), seperti yang sudah lebih dulu digelar Telkom (Flexi), Indosat (StarOne) dan Bakrie Telecom (Esia).Herman Then Kek Khian, Head of Marketing PT Mobile-8 Telecom mengatakan bahwa pihaknya ingin memberi pilihan layanan bagi pelanggannya, dengan menambah ragam layanan berupa layanan FWA. Terlebih, layanan FWA selama ini identik dengan tarif yang lebih murah dibanding seluler."Pada dasarnya kita ingin membuat terobosan baru yang menguntungkan konsumen. Kami juga ingin memberi tarif murah buat konsumen," ujarnya saat ditemui wartawan di sela-sela acara Diskusi Publik Terbatas Kebijakan Portabilitas FWA dan Seluler, yang berlangsung di Balai Kartini, Jakarta, belum lama berselang.Menurut Herman, layanan FWA memungkinkan operator menyediakan layanan dengan tarif yang lebih terjangkau, mengingat ada perbedaan komponen biaya yang harus ditanggung antara layanan seluler dengan FWA."Kita punya lisensi seluler, tentunya tidak bisa memberi harga yang sama seperti FWA, karena ada komponen harga yang tidak bisa dikurangi," ungkap Herman. "Kita ada BHP frekuensi seluler yang lebih mahal dan juga ada air time," imbuhnya.Menurut Herman, Mobile-8 sudah mengajukan permohonan izin penyelenggaraan FWA kepada pemerintah. "Kita sudah lama ajukan. Kapan tepatnya saya kurang ingat," kata Herman.Terganjal DuopoliAnggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi mengatakan bahwa iklim persaingan telekomunikasi yang masih bersifat duopoli (belum iklim kompetisi bebas) menghambat realisasi rencana Mobile-8 untuk menggelar layanan FWA. "Mereka sudah mengajukan permohonan untuk menjadi operator FWA. Tapi berhubung saat ini masih iklim duopoli, jadi belum bisa," ujar Heru.Seperti diketahui, di era monopoli, hak menggelar layanan telepon tetap di Indonesia hanya dimiliki PT Telkom. Belakangan, pemerintah menterminasi hak monopoli Telkom dengan menggelar iklim duopoli. Hasilnya, pemerintah memberi hak bagi PT Indosat untuk mengembangkan layanan telepon tetap. Ke depannya, industri telekomunikasi di Indonesia akan diarahkan pada iklim kompetisi bebas, yang memungkinkan peran serta semua pemain.Meski begitu fakta di lapangan menunjukkan, PT Bakrie Telecom telah menggelar layanan FWA meski era kompetisi bebas belum dimulai. (ketepi/)





Hide Ads