Bakrie Bikin Indosat Kurang Pede Bicara StarOne
- detikInet
Jakarta -
Beberapa waktu belakangan Indosat terasa kurang menggiatkan produk StarOne mereka. Ternyata ini terkait kerjasama MVNO dengan Bakrie Telecom. Hal itu diakui oleh Guntur S. Siboro, Group Head Integrated Marketing PT Indosat, di sela-sela Indonesia CDMA Exhibition 2006, Jakarta Convention Center, Rabu (23/08/2006). "Selama kerjasama StarOne (Indosat) dengan Esia (Bakrie Telecom) belum final, kita memang kurang pede berbicara pengembangan StarOne," ujarnya. Kerjasama yang dimaksud adalah kerjasama mobile virtual network operator (MVNO) antara Indosat dan Bakrie. Kerjasama itu dilakukan karena frekuensi 1.900 MHz yang ditempati StarOne di Jakarta, Banten, dan sekitarnya akan digunakan untuk telekomunikasi seluler generasi ketiga (3G). Selanjutnya StarOne akan menggunakan frekuensi 800 Mhz bersama-sama dengan Esia. Migrasi ke 800 Mhz tersebut, ujar Guntur, praktis membuat perkembangan StarOne di area itu kurang baik. "Kendala bukan di teknis, tapi karena perpindahan. Kita harapkan bulan ini interoperabilitas dengan Esia sudah selesai," ujar Guntur. Guntur mengatakan pada dasarnya ada potensi kerugian akibat perpindahan tersebut. Namun ia tidak merincinya. "Investasi per BTS (Base Transceiver Station) Rp 1-2 miliar, bisa dibayangkan kerugian kita karena tidak ada pertumbuhan," ujar Guntur. Ia menjelaskan, pembicaraan dengan pihak Bakrie Telecom sebagai mitra yang akan menjalankan MVNO terkendala pada masalah teknis dan model bisnis. "Paling mudah model bisnisnya berdasarkan pembagian kanal saja. Sementara untuk implementasi diperkirakan baru dapat dilakukan pada akhir tahun," kata Guntur.Lebih lanjut ia menjelaskan, kendala lain yang dihadapi oleh StarOne ketika membuka wilayah layanan baru adalah lambatnya dibuka interkoneksi oleh operator dominan (incumbent). "Ini ibarat ayam dan telur, biasanya incumbent juga ingin melihat apakah ada kebutuhan untuk dibuka interkoneksi. Kami harapkan setelah kebijakan terbaru dijalankan tahun depan, masalah ini dapat diatasi," tambahnya.Dia juga menampik kalau Indosat sengaja menghambat kerjasama MVNO tersebut dengan tidak mau membuka dokumen teknis yang diperlukan. "Orang kita sama-sama butuh kok, buat apa kita hambat. Gara-gara ini molor kan kita juga yang rugi," ujarnya.Hingga saat ini, pelanggan StarOne bisa terbilang stagnan karena tak adanya pertumbuhan yang signifikan, khususnya di wilayah Jakarta. Bahkan, dari 250 ribu pelanggan keseluruhan, angka 60% atau sekitar 160 ribu pelanggannya disumbang dari Surabaya. Sementara di tempat yang sama, ajang Indonesia CDMA Exhibition 2006 kembali digelar. Selama lima hari, pameran itu diikuti 35 vendor peserta dan 20 pembicara sejak 23-27 Agustus 2006(wsh/rou)
(wicak/)