Bakrie Targetkan Komersialisasi EVDO di 2007
- detikInet
Jakarta -
PT Bakrie Telecom Tbk. menargetkan komersialisasi layanan telekomunikasi berbasis Code Division Multiple Access (CDMA) Evolution Data Optimized, (EVDO) pada kuartal pertama 2007. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT Bakrie Telecom, Anindya N. Bakrie, di sela-sela program distance learning kerjasama ITB dan California Institute San Diego Amerika Serikat, di kafe The Platters, Setia Budi, Jakarta, Selasa (22/8/2006).Kerjasama distance learning (kuliah jarak jauh) itu memanfaatkan fasilitas telekomunikasi dengan teknologi CDMA. Menurut Anindya, program kuliah jarak jauh merupakan tahap awal bagi Bakrie untuk menambah fitur layanan CDMA yang bekerjasama dengan penyedia jaringan Qualcomm. Menurut Senior Director and Country Manager Qualcomm Indonesia, Harry K. Nugroho, EVDO adalah layanan telekomunikasi berbasis CDMA yang memungkinkan pelanggan menikmati layanan video conferencing, streaming audio-video serta download data dengan akses internet kecepatan tinggi, hingga 2,4 Megabit per detik. Rata-rata throughput lebih dari 700 Kbps.Anindya mengatakan, ada tiga aspek komersialisasi EVDO yaitu, layanan, produk, dan tarif yang lebih murah. Namun, ia tidak menyebutkan besaran investasi yang dikeluarkan perusahaan. "Investasi tidak signifikan karena tidak perlu membangun fisik seperti awal pembangunan infrastruktur, dan hanya meningkatkan fitur," ujarnya. Layanan EVDO itu, menurut dia, tidak memerlukan lagi lisensi dan hanya butuh uji laik operasi (ULO) dari Ditjen Postel, yang saat ini sedang dalam proses pengajuan. "Namun peluncuran EVDO harus melihat dulu model bisnisnya, pasar dan kesiapan penyedia handset, dengan mempertimbangkan skala ekonomi," ujar dia. "Tapi, untuk kuartal pertama, kita fokus dulu ke distance learning," imbuhnya. Menurut Direktur Corporate Service Bakrie, Rakhmat Junaedi, komersialisasi akan segera terealisasi setelah mendapat ULO. Untuk tahap awal, lanjutnya, sudah ada 15 Base Transceiver Station (BTS) dari sekitar 30 BTS yang ada di Bandung.Kerjasama distance learning antara ITB dan California Institute, akan diikuti 30 mahasiswa selama 1 semester. Program tersebut meliputi konsentrasi, minat di bidang telemedicine, ceicmic monitoring and transmission, oil and gas, tourism, enviromental, monitoring serta mobile aplication. (nks)
(ketepi/)