Ericsson Bangun 3G Telkomsel di 11 Provinsi
- detikInet
Jakarta -
Ericsson mendapatkan kontrak tiga tahun untuk membangun jaringan Wideband CDMA (3G) Telkomsel di 11 provinsi di Indonesia.Seperti dilaporkan Cellular News yang dikutip detikINET, Sabtu (19/8/2006), Ericsson akan meningkatkan kapasitas jaringan Telkomsel dengan teknologi baru itu, tanpa mengganggu teknologi atau layanan sebelumnya. Nantinya, layanan baru yang akan diimplementasikan sekurangnya dalam waktu sebulan ini, diklaim bakal memperkaya pengalaman pengguna akan layanan data melalui akses berkecepatan tinggi, HSPA. Dalam kontraknya, penyedia layanan jaringan asal Swedia itu akan menggelar teknologi inti jaringan dan radio 3G/WCDMA, termasuk High-Speed Packet Access (HSPA) dalam waktu dekat ini.Untuk pengembangannya di wilayah geografis Indonesia selama tiga tahun, akan mencakup Jawa Timur, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Irian Jaya.Sedangkan hingga akhir tahun ini, Telkomsel berencana melayani 3G di sembilan kota besar di Indonesia, meliputi Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Makassar, dan Balikpapan. Sementara bila ditambah dengan kota-kota di sekitarnya, maka jumlahnya akan mencapai 20 kota.Country Manager Ericsson Indonesia Bengt Thornberg mengaku sangat bangga dapat membuka kesempatan baru bagi pasar telekomunikasi di Indonesia berkat kerjasamanya dengan operator terbesar di negeri ini."Kami telah bekerjasama dengan Telkomsel untuk jangka waktu yang cukup lama, lebih dari 10 tahun. Dan kami sangat tersanjung telah dipilih untuk menghantarkan jaringan 3G di Indonesia," ujarnya. Dari 100 peluncuran komersial 3G secara global, Ericsson mengklaim telah menjadi penyedia utama yang membangun 55 jaringan di antaranya. Selain Ericsson, operator seluler dengan basis pelanggan 30,5 juta itu juga telah menunjuk Nokia untuk membangun jaringan 3G pada tahap pertama, dan kemudian dilanjutkan dengan Siemens pada tahap berikutnya. Menurut Direktur Perencanaan dan Pengembangan Telkomsel Bambang Riadhy Oemar, nantinya akan ada sekitar 3.000 Base Transceiver Station (BTS) yang siap diberdayakan untuk melayani lima juta pengguna 3G-nya selama tiga tahun. Belanja modal (Capex) untuk membangun jaringan selama jangka waktu tersebut dianggarkan sebesar Rp 3 triliun.Pada 15 Agustus ini, Telkomsel telah mengumumkan kick off implementasi layanan 3G dengan meluncurkan layanan praregistrasi 3G bagi 10.000 pelanggan pertama saat jaringan teknologi generasi ketiganya dibuka September mendatang. Di kesempatan itu, Dirut Telkomsel Kiskenda Suriahardja mengatakan kick off 3G tersebut menandai bahwa Indonesia telah memasuki era baru industri telekomunikasi seluler yang ditandai dengan hadirnya layanan baru kombinasi suara, teks, gambar, dan video. (rou)
(rouzni/)