Kerjasama MVNO Esia-StarOne Masih Ada Harapan
- detikInet
Jakarta -
Kerjasama antara PT Bakrie Telecom Tbk. dan PT Indosat Tbk. perihal Mobile Virtual Network Operator (MVNO) Esia dan StarOne diyakini masih bisa diselamatkan, meski sempat terkatung-katung dalam beberapa bulan belakangan. "Kerjasama belumlah gagal. Sepanjang kedua pihak memiliki kemauan untuk bicara dan membuka konfigurasi teknis dari masing-masing jaringan, kendala teknis sangat dimungkinkan untuk diatasi karena ada standardisasi internasional," ujar Direktur Corporate Services Bakrie Telecom Rakhmat Junaidi, di Ming Restaurant, Jakarta, Rabu (9/8/2006).Dia pun membantah kegagalan interaksi jaringan itu akibat keengganan pihak Indosat untuk membuka spesifikasi dan konfigurasi jaringan. Malah, menurutnya, kedua belah pihak itu akan melanjutkan kembali pembicaraan kerjasama pemanfaatan spektrum frekuensi 800 MHz itu. "Besok (Kamis, 10/9) kita akan kembali membahas teknis realisasi kerjasama ini yang difasilitasi oleh BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia)," imbuhnya.Minta PenjelasanMenurut Rakhmat, Bakrie Telecom berharap kerjasama layanan ini bisa terwujud mengingat kendala yang dihadapi lebih bersifat teknis dibanding aspek bisnis. "Kedua pihak telah melakukan uji interoperability test (IOT) dan pada uji coba tersebut, dan tidak terjadi interaksi antara perangkat jaringan Nortel milik Esia dan perangkat jaringan ZTE milik StarOne," katanya. Jika kendala teknis dijadikan alasan, kata Rakhmat, Bakrie Telecom akan meminta ZTE sebagai vendor jaringan untuk menyatakan secara tegas kepada publik bahwa sistem mereka tidak bisa diintegrasikan dengan sistem Nortel.Untuk itu, lanjut dia, Bakrie Telecom telah melayangkan surat kepada pemerintah, dalam hal ini Menkominfo untuk menjelaskan persoalan yang terjadi."Kami mendorong adanya opini dari pihak independen, ataupun dari pemerintah untuk menyatakan bahwa persoalan ini bisa dipecahkan atau tidak," kata Rakhmat.Kerjasama MVNO antar kedua operator telepon tetap nirkabel itu merupakan jalan keluar, setelah pemerintah membenahi spektrum frekuensi untuk menempatkan layanan seluler generasi ke tiga (3G) pada 1.900 MHz.Dengan kerjasama itu, StarOne bisa berbagi pakai frekuensi 800 MHz yang ditempati layanan Esia untuk wilayah Jakarta, Jawa Barat dan Banten, dan kedua operator itu menargetkan implementasi pada kuartal ketiga 2006.Hingga paruh pertama tahun ini, Bakrie Telecom telah memiliki basis satu juta pelanggan. Melihat tingginya pertumbuhan pelanggan, operator telepon tetap nirkabel itu berharap kerjasama MVNO dapat terealisasi sesuai jadwal. (rou)
(rouzni/)