TV Internet Global Diproyeksi Gaet 63 Juta Pelanggan
- detikInet
Jakarta -
Industri televisi berbasis protokol internet (IPTV) diproyeksi akan tumbuh 26 kali lipat dalam empat tahun ke depan. Hingga 2010, 63 juta pelanggan diprediksi akan tergaet.Gambaran itu diungkap perusahaan riset iSuppli, seperti dikutip detikINET dari Vnunet, Senin (7/8/2006).Perusahaan itu memperkirakan, teknologi yang menggunakan sinyal TV digital dan condong dihantarkan via jaringan pita lebar berkecepatan tinggi (high-speed broadband), ketimbang satelit, terestrial atau kabel itu, akan mengalami lompatan terbesarnya pada tahun depan.Meledaknya popularitas industri itu ditandai dengan maraknya perusahaan telekomunikasi yang berebut masuk ke pasar IPTV, semisal perusahaan telekomunikasi asal AS Verizon dan AT&T, serta BT Vision dari Inggris. Di Indonesia sendiri, Telkom sudah menyatakan akan merilis layanan tersebut paling cepat akhir 2007.Nilai bisnis dari industri IPTV sendiri diharapkan tumbuh hingga US$ 27 miliar (sekitar Rp 245 triliun) dari nilai saat ini yang masih di bawah US$ 2 miliar (sekitar Rp 18 triliun).Layanan video, termasuk yang berisi konten sesuai permintaan pelanggan, diprediksi akan memberikan kontribusi pendapatan sebesar 87 persen pada bisnis itu. Nantinya, operator diprediksi akan menawarkan layanan seperti game on-demand, musik dan manajemen untuk jaringan rumahan.IPTV yang mempunyai keunggulan dalam jalur respon balik permintaan pelanggan, mempermudah pemesanan konten dan penggunaan fungsi interaktif seperti voting elektronik dan program belanja via TV. Kemampuan interaktif itu sendiri relatif terbatas bila menggunakan teknologi satelit digital dan terestrial digital.Di Indonesia, layanan IPTV disebut-sebut Telkom sebagai layanan yang akan digebernya paling cepat akhir 2007. Layanan tersebut direncanakan agar bisa diakses baik melalui PC atau pun perangkat TV, dengan menggunakan piranti tambahan set top box.Layanan IPTV, menurut Telkom, nantinya akan membuka banyak peluang sekaligus membuka wacana baru di bidang bisnis dan penyiaran seperti adanya layanan Broadcast TV, pay per view, Video on Demand, hingga layanan web dan mail melalui TV.Dirut Telkom Arwin Rasyid menyatakan, saat ini Telkom sedang membangun 2 juta layanan akses internet kecepatan tinggi dengan platform teknologi ADSL.AncamanBisnis layanan baru kadang bisa menjadi ancaman bagi penyedia bisnis lama. Seperti dicontohkan analis iSuppli Mark Kirstein, raksasa satelit Sky berusaha mati-matian memproteksi pelanggan TV berbayarnya dari ancaman IPTV."Persaingan merebut pelanggan akan membuat operator saling 'bunuh' dan akan berbenturan dengan pesaing di pasar TV berbayar," ujar Kirstein.Eropa sendiri telah mencuri start dengan memimpin pasar IPTV global, dikarenakan kurang bagusnya layanan satelit dan cakupan jaringan kabel.Meski Asia diprediksi akan meraih basis pelanggan terbesar pada akhir 2006 ini, tapi AS akan menghasilkan pendapatan yang lebih besar karena tingginya angka pendapatan per pelanggan (Average Revenue per User/ARPU). (rou)
(ketepi/)