Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Microsoft dan Petani Indonesia
Memberi Kail, Bukan Ikan
Microsoft dan Petani Indonesia

Memberi Kail, Bukan Ikan


- detikInet

Jakarta - Berkat bantuan Microsoft, sebuah kelompok tani di Bali berhasil memanfaatkan teknologi informasi. Bagaimana nasib mereka saat bantuan itu selesai? Kelompok Usaha Bersama Petani Muda Mandiri di Desa Pancasari, Bedugul, Bali, mendapatkan bantuan dari Microsoft sejak tahun 2005. Lewat bantuan tersebut, kelompok petani itu berhasil memasarkan paprika mereka via internet. Cynthia Iskandar, juru bicara Microsoft Indonesia, mengatakan bantuan penuh untuk setiap Community Training & Learning Center (CTLC) itu bisa mencapai Rp 20-30 juta per tahun. Ini termasuk dana operasional, perangkat komputer, dan pelatihan bagi calon pelatih (training of trainers).Dengan semangat memberikan 'kail', bantuan penuh hanya diberikan selama satu tahun. "Setelah itu ada grace period 3-4 bulan. Pada masa itu kami berikan pelatihan capacity building," tutur Cynthia saat mengunjungi CTLC Microsoft di Desa Pancasari, Bedugul, Bali. Menurut Cynthia, sejak awalnya pun program itu harus melakukan persiapan untuk mandiri. Seperti yang dilakukan kelompok Petani Muda Mandiri di Bali. I Wayan Kanten, Ketua Petani Muda Mandiri, mengatakan setiap harinya CTLC Microsoft di Desa Pancasari itu digunakan sebagai tempat kursus komputer. Kursus itu diadakan setiap sore, mulai pukul 17.00-21.00. Biaya kursus adalah Rp 40.000 - Rp 50.000 tergantung materi yang diajarkan. Kanten mengatakan sebagian dana yang terkumpul akan digunakan untuk kas CTLC. Diharapkan ini bisa menjamin kebertahanan CTLC tersebut setelah bantuan dari Microsoft selesai. Koperasi dan InvestorKelompok Petani Muda Mandiri itu juga mendirikan koperasi sebagai badan usaha formal mereka. Koperasi tersebut antara lain memberikan bantuan pinjaman lunak pembuatan rumah plastik (sejenis rumah kaca-red). "Karena kalau mereka mengusahakan sendiri kan susah. Lewat koperasi, kami sediakan bahan-bahannya, kami bantu cara membuatnya," ujar Kadek Bakti, salah satu penggiat Petani Muda Mandiri. Koperasi itu, lanjut Kadek, juga diharapkan bisa menghasilkan dana yang akan digunakan untuk keberlangsungan CTLC. Pengembangan usaha lain yang sedang diupayakan Petani Muda Mandiri adalah mencari investor. Dana segar dari investor diharapkan bisa meningkatkan kapasitas produksi mereka untuk memenuhi kebutuhan pasar. Nantinya, upaya pencarian investor ini akan dilakukan dengan bantuan komputer dan internet. Bendahara Petani Muda Mandiri, I Ketut Wiryantara, menunjukkan beberapa perhitungan yang telah mereka susun dengan bantuan software Microsoft Excel. Seperti diakui Cynthia, perhitungan itu masih 'mentah' dan sangat mendetil. Namun dengan sedikit 'sentuhan komputer' perhitungan itu sebenarnya bisa disusun dalam bentuk yang lebih menarik bagi calon investor, misalnya dengan menggunakan program Microsoft PowerPoint. Kini dan NantiPetani Muda Mandiri hanya salah satu contoh program CTLC Microsoft Indonesia. Di tempat lain, program serupa juga telah berjalan dan berusaha untuk mandiri. Di Bojonegoro, Jawa Timur, program serupa telah mengajarkan seorang petani bernama Suhar mengenai kualitas kacang tanah yang ditanamnya. Melalui internet, Suhar pun mengerti bahwa kacang tanah berbiji dua lebih dicari oleh eksportir dibandingkan jenis lain.Di Parapat, Sumatera Utara, seorang petani bernama Harris Sitio bisa berkomunikasi via internet dengan Yayasan Bina Sarana Bakti di Bogor, Jawa Barat. Harris pun akhirnya mengkredit komputer untuk digunakan di rumah. Tidak semua CTLC Microsoft ditujukan pada petani. Kelompok perempuan, Usaha Kecil & Mikro serta kelompok tuna netra juga telah menerima bantuan serupa. Nantinya, Microsoft bersama Yayasan Mitra Kemanusiaan dan Kesehatan (YMKK) juga akan mendirikan CTLC di Kepulauan Riau. Sasarannya adalah buruh migran (Tenaga Kerja Indonesia) yang dipulangkan dari luar negeri. Program ini juga diharapkan bisa mengurangi human trafficking TKI Wanita asal Indonesia. (wsh)Keterangan Foto: Lokasi CTLC Microsoft di Pancasari, Bedugul, bali (atas); Fasilitas CTLC di Pancasari (tengah); Ki-Ka Wayan Kanten, Kadek Bakti, dan Ketut Wiryantara memeragakan penggunaan komputer di CTLC Pancasari (bawah). Fotografer: wsh/inet. (wicak/)







Hide Ads