Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Microsoft dan Petani Indonesia
Banjir Order Paprika Berkat Internet
Microsoft dan Petani Indonesia

Banjir Order Paprika Berkat Internet


- detikInet

Jakarta - I Wayan Kanten, seorang petani di Desa Pancasari, Bedugul, Bali, sudah setahun ini memiliki kegiatan ekstra yang masih belum lazim dikaitkan dengan kegiatan bertani. Setiap sore Wayan dan rekan-rekannya sibuk menggunakan komputer untuk mengakses internet. Bukan hanya itu, mereka juga mengajari kemampuan menggunakan komputer dan internet pada masyarakat tani lainnya. Wayan Kanten adalah Ketua Kelompok Tani Petani Muda Mandiri di Bali. Kelompok tersebut sejak tahun 2005 menerima bantuan dari program Community Training and Learning Center (CTLC) Microsoft Indonesia. Menurut Kanten, saat pertama menerima bantuan tersebut yang tercetus di benaknya adalah cara untuk 'melawan' tengkulak. "Kami dulu sering dipermainkan tengkulak, karena kami tidak tahu harga," ujar Kanten saat dikunjungi di lokasi CTLC Microsoft, Desa Pancasari, Bali. Namun rupanya mencari informasi soal harga komoditas pertanian tak semudah yang dibayangkan. Seperti dicetuskan I Ketut Wiryantara, informasi soal harga masih terkesan tersembunyi. "Belum dapat kalau soal itu," ujarnya sambil tersenyum lebar. Potong DistribusiMeski soal harga komoditas masih kesulitan, Kanten dan rekan-rekan mendapatkan cara lain untuk mengatasi tengkulak. "Kami mencari distributor yang lebih dekat ke konsumen langsung. Jadi tidak mencari keuntungan berlipat-lipat. Tidak main-main," ujar Kanten. Awalnya, Wayan Kanten dan kawan-kawan menanam strawberry dengan metode tani organik pada rumah plastik (sejenis rumah kaca yang terbuat dari plastik dan bambu). Sayangnya, harga strawberry di pasaran tidak terlalu bagus. Apalagi, strawberry organik Petani Muda Mandiri dihargai sama dengan strawberry yang ditanam dengan metode biasa. Mereka pun mulai beralih ke Paprika. Saat percobaan paprika mulai berhasil, berbekal kemampuan menggunakan internet, Kanten dan kawan-kawan pun mencari pembeli. Pucuk dicinta ulam tiba, Petani Muda Mandiri pun bertemu dengan 'Bali Fresh', penyalur sayur dan buah segar bagi hotel dan restoran di Bali. Korespondensi pun dilakukan via e-mail. Setelah pihak 'Bali Fresh' yakin dengan kualitas paprika yang dihasilkan, pesanan pun membanjir. Kebutuhannya mencapai 1 hingga 1,5 ton paprika per minggu. Ketut Wiryantara, yang juga merupakan Bendahara Kelompok Petani Muda Mandiri, mengatakan kapasitas produksi mereka belum sanggup memenuhi kebutuhan 'Bali Fresh'. "Kelemahan kami masih di produksi," ujarnya. Bahkan, lanjut Wayan, ada beberapa pihak dari luar Bali yang mulai menghubungi mereka dan menanyakan kesanggupan mereka menyediakan paprika. "Kami belum berani menanggapi, takutnya tidak sanggup memenuhi," tuturnya.Komputer dan PetaniSukses Wayan, Ketut, dan kawan-kawan tak bisa dilepaskan dari adanya sarana komputer dan internet yang tersedia melalui program CTLC Microsoft. Bantuan yang diterima Wayan dkk. berupa segala perlengkapan yang dibutuhkan untuk membuat sebuah laboratorium komputer dan internet. Ini termasuk komputer klien, server, modem, hingga printer. Selain itu, Microsoft juga memberi dukungan dana operasional selama satu tahun serta pelatihan bagi calon pelatih (training of trainers). Menurut Ketut, dengan bantuan komputer kini mereka sanggup melakukan analisa dan prediksi aliran dana jangka panjang. Ketut pun sempat mendemonstrasikan bagaimana ia melakukan prediksi tersebut dengan menggunakan aplikasi Microsoft Excel. Mereka pun mengaku lebih berani mencoba-coba menanam komoditas pertanian di luar kebiasaan. Pasalnya pasar untuk produk itu bisa lebih mudah dicari melalui internet. "Kalau dulu mau dikemanakan bingung," ujar Ketut. (wsh)Keterangan Foto: I Wayan Kanten sedang mengamati paprika (atas); Fasilitas komputer di CTLC Pancasari (tengah); Ketut Wiryantara, Wayan Kanten, dan Kadek Bakti memanen paprika (bawah). Fotografer: Aji/Agrakom PR/Microsoft Indonesia (atas), wsh/inet (tengah) dan Cynthia Iskandar/Microsoft Indonesia (bawah). (wicak/)




Hide Ads