Frekuensi Emas 700 MHz Jadi Jalan Tol 5G di RI, Asalkan ...

Frekuensi Emas 700 MHz Jadi Jalan Tol 5G di RI, Asalkan ...

ADVERTISEMENT

Frekuensi Emas 700 MHz Jadi Jalan Tol 5G di RI, Asalkan ...

Agus Tri Haryanto - detikInet
Selasa, 13 Des 2022 22:11 WIB
Telkomsel menghadirkan paket bundling untuk seri iPhone 14 terbaru. Paket ini didukung bonus kuota data layanan 5G hingga 50 GB bagi pelanggan pascabayar dan prabayar.
Frekuensi Emas 700 MHz Jadi Jalan Tol 5G di RI, Asalkan ... Foto: A.Prasetia/detikcom
Jakarta -

Layanan 5G di Indonesia masih berada di fase tahap awal. Dengan akan dilepasnya frekuensi emas 700 MHz untuk operator seluler, spektrum tersebut bisa jadi jalan tol penggelaran 5G di tanah air.

Menurut pengamat telekomunikasi dari ITB Ridwan Effendi, pita frekuensi 700 MHz sudah ada standar untuk dimanfaatkan dalam menyediakan layanan 4G maupun 5G.

Namun apabila untuk menghadirkan layanan 5G, kata Ridwan, maka ada baiknya pemenang lelang frekuensi 5G itu hanya satu operator seluler saja.

"Bisa optimal, tapi hanya untuk satu pemain saja, 2 x 45 MHz sudah ideal. Kalau lebih dari satu pemain memang akan kurang optimal, walaupun secara umum untuk pita 2 x 10MHz kecepatannya sudah lebih tinggi dari 4G. Kalau hanya 2 x 5 MHz memang lebih baik 4G saja," ujar Ridwan kepada detikINET, Selasa (13/12/2022).

Lebih lanjut, Ridwan mengatakan, dengan 2 x 45 MHz yang dimenangkan oleh satu operator seluler maka itu sudah jadi modal yang cukup menyediakan layanan 5G secara optimal.

"2 x 45 MHz sudah optimal, tidak perlu digabung lagi. Kalau hanya satu pemenang, 90 MHz kan sudah bagus sekali," kata mantan Komisioner BRTI ini

Sebagai informasi, sejauh ini operator seluler menghadirkan 5G dengan memanfaatkan pita frekuensi yang ada yang juga dipakai untuk layanan 4G. Ridwan berharap kalau lelang frekuensi 700 MHz hanya untuk satu pemenang saja.

"Sudah cukup, untuk skenario satu pemain saja. Tapi kalau lebih dari satu pemain, atau berbagi spektrum, tentunya akan kurang. Secara keseluruhan 5G perlu kombinasi pita band rendah, band menengah, dan band tinggi untuk use case yg berbeda. Frekuensi 700 cocok untuk coverage," kata Ridwan.

"Untuk kapasitas tetap perlu band menengah dan untuk low latency perlu band frekuensi tinggi, yakni milimeter wave," sambungnya.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berencana untuk melepas 700 MHz pada awal tahun 2023. Sebanyak 2 x 45 MHz akan dilakukan lelang frekuensi.

Dalam beberapa kesempatan mengungkapkan bahwa pemerintah mengusung teknologi netral, di mana artinya penggunaan frekuensi tersebut diserahkan kepada operator seluler sebagai penyelenggaranya.

Adapun saat ini, penggunaan frekuensi 700 MHz masih dipakai untuk penyiaran. Namun proses peralihan pengguna spektrum tersebut tengah dilakukan seiring dengan diterapkannya penghentian siaran TV analog dan dialihkan TV digital atau dikenal dengan Analog Switch Off (ASO).

Dengan migrasi TV analog ke digital tersebut akan menghasilkan digital dividen di pita frekuensi 700 MHz sebesar 112 MHz yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk layanan internet maupun kebutuhan lainnya.

Sisa dari efisiensi di frekuensi 700 MHz itu yang nantinya akan dilelang oleh Kominfo untuk pengembangan koneksi internet di Indonesia, salah satunya untuk meningkatkan jaringan seluler yang belum lama menyapa masyarakat, yakni 5G.

Frekuensi 700 MHz kerap disebut sebagai frekuensi 'emas' lantaran memiliki coverage band lebih luas dibandingkan band lainnya.



Simak Video "Dirut Bakti Kominfo Jadi Tersangka Korupsi BTS!"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/rns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT