Operator ke Kominfo: Lelang Fekuensi 5G Harganya Masuk Akal

Operator ke Kominfo: Lelang Fekuensi 5G Harganya Masuk Akal

ADVERTISEMENT

Operator ke Kominfo: Lelang Fekuensi 5G Harganya Masuk Akal

Agus Tri Haryanto - detikInet
Minggu, 11 Des 2022 07:30 WIB
Sejumlah karyawan mencoba demo layanan 5G di XL Center, XL Axiata Tower, Jakarta usai Kominfo menyatakan lolos Uji Laik Operasi (ULO) untuk menggelar jaringan 5G di Indonesia.
Operator ke Kominfo: Lelang Fekuensi 5G Harganya Masuk Diakal. Foto: dok. Kominfo
Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan melakukan lelang frekuensi 5G di frekuensi 700 MHz, 26 GHz, dan 3,5 GHz di tahun 2023. Operator seluler meminta agar harga lelang frekuensi tersebut masuk diakal.

Presiden Direktur dan CEO XL Axiata, Dian Siswarini, menuturkan bahwa spektrum merupakan modal yang berharga dalam menjalankan usaha layanan telekomunikasi.

"Kalau kita sangat menyambut baik dengan dibukanya tender ini. Frekuensi 26 GHz dan 3,5 GHz itu kan real 5G spektrum, sementara kalau 700 MHz itu masih spektrum 4G tapi 5G bisa namun bandwidth nggak banyak. Sedangkan bandwidth cukup 5G di frekuensi 26 GHz dan 3,5 GHz," ujar Dian di Jakarta, Jumat (10/12/2022).

Hanya saja, operator seluler ini berharap agar harga lelang frekuensi 5G itu masuk diakal alias tidak mahal. Sebab, perusahaan membutuhkan investasi tidak sedikit untuk membangun infrastruktur jaringan seluler generasi kelima tersebut.

"Kita harapkan pemerintah bahwa harganya itu reasonable, karena kalau patok harga awalnya mahal, tentu itu sulit buat kita untuk menggelar jaringan 5G, karena membangun 5G itu mahal. Dibandingkan 4G, site to site di 5G itu berdekatan, sudah kebayang investasi yang harus dikeluarkan untuk 5G itu luar biasa," tuturnya.

XL Axiata merupakan salah satu dari tiga operator seluler yang sudah mendapatkan restu usai mengantongi Surat Keterangan Laik Operasi (SKLO) 5G dari Kominfo untuk mengkomersialisasi 5G.

Namun sampai saat ini, anak perusahaan Axiata itu belum menghadirkan paket internet 5G kepada para pelanggan, masih sebatas memberikan masyarakat untuk menjajal layanan 5G secara gratis di titik tertentu.

Dian menambahkan dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, operator seluler dimungkinkan berkolaborasi dalam membangun 5G di Indonesia, mengingat mahal investasi teknologi tersebut.

"Menurut saya sangat reasonable sekali kalau nanti pada saat kita pembangunan 5G itu, para operator ini bekerja sama," ucapnya.

XL Axiata enggan untuk membocorkan penambahan titik jaringan 5G miliknya di tahun depan. Sebab, perusahaan ini masih menunggu ekosistem 5G matang.

"Kalau sekarang kita lihat penetrasi handset 5G masih belum banyak, masih kecil, mungkin masih 2% di Indonesia, itu juga terkonsentrasi di Jabodetabek. Kemudian use case untuk 5G ini belum matang, kalau kita lihat di luar negeri use case 5G lebih mature untuk B2B bukan consumer," pungkas Dian.



Simak Video "Kominfo Berantas Konten Mandi Lumpur di TikTok"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/agt)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT