Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Sisa Telepon Tetap Telkom Divre II 500 Ribu SST

Sisa Telepon Tetap Telkom Divre II 500 Ribu SST


- detikInet

Jakarta - PT Telkom Divre II masih memiliki sambungan telepon tetap yang idle sebanyak 500 ribu satuan sambungan telepon (SST). Dari kapasitas jaringan 3,5 juta SST, yang terpakai baru 3 juta SST.Hal itu dikemukakan Dwi Sasongko Purnomo, Deputy Executive General Manager Telkom Divre II, saat temu wartawan di Hotel Hilton, Jakarta, Selasa (25/7/2006). Dijelaskan Dwi, 500 ribu SST yang idle tersebut terletak di Jakarta dengan lokasi yang terpencar-pencar.Untuk merangsang pertambahan pelanggan telepon tetap, Telkom menjanjikan layanan pasang baru yang langsung kring dalam waktu satu hari. Menurut Dwi, dalam layanan yang dinamai 'Layanan Pasang Baru (PSB) 1 Hari Kring' tersebut, Telkom Divre II menerapkan kebijakan 'Layanan Tanpa Tolak'.Artinya, setiap permintaan pemasangan sambungan baru dari masyarakat, akan diupayakan terealisasi dengan cepat dan merealisasikan dengan alternatif solusi menggunakan telepon tetap kabel atau memberi fasilitas telepon tetap nirkabel.Layanan tersebut, dijanjikan bisa didapat dengan mudah, hanya dengan menghubungi nomor 147. "Kecepatan dan kepastian yang diberikan adalah telepon akan kring dalam waktu satu hari, karena tidak perlu menggali lagi," kata Dwi. Layanan tersebut digelar Juni-Desember 2006.Selain itu, Telkom juga menjanjikan di setiap kantor daerah telekomunikasi (Kandatel) akan memberi berbagai layanan promo mulai dari diskon pemasangan baru bervariasi sampai 50%, gratis pemasangan baru untuk penambahan sambungan, dan gratis pasang kembali dan diskon tunggakan untuk pelanggan yang melunasi tunggakan dan akan pasang kembali.Dijelaskan Dwi, biaya pasang baru untuk telepon tetap di Jakarta adalah sebesar Rp 450 ribu untuk perkantoran, dan Rp 295 ribu untuk perumahan. Dan di luar Jakarta (Bogor, Tangerang, Bekasi) harganya bisa lebih murah.Dwi mengimbau agar menghubungi 147 atau Plaza Telkom, jika ingin pasang baru. "Jangan terpengaruh bujukan orang tak bertanggung jawab. Kalau ada yang minta harga lebih dari itu, laporkan!" seru Dwi. (nks) (ketepi/)





Hide Ads