Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Malaysia Batalkan Tender Wimax

Malaysia Batalkan Tender Wimax


- detikInet

Jakarta - Pemerintah negeri jiran, Malaysia, membatalkan tender broadband wireless access (Wimax) pertama mereka. Bisa jadi pelajaran bagi Indonesia?Tak bisa dipungkiri dalam banyak hal Malaysia terasa lebih maju dari Indonesia. Negara serumpun Melayu itu, misalnya, sudah lebih dulu memiliki operator telekomunikasi seluler generasi ketiga (3G). Bahkan operator 3G Malaysia jadi penyokong salah satu operator 3G di Indonesia. Soal Wimax, Malaysia juga lebih progresif. Sejatinya, Selasa (18/07/2006) Malaysia sudah merampungkan tender Wimax pertama mereka untuk frekuensi 2,3 GHz. Namun, seperti dikutip dari Reuters Rabu (19/07/2006), Malaysia akhirnya membatalkan tender tersebut. "Tender itu dibatalkan karena spesifikasinya tidak sesuai kebijakan dari kementerian," tutur Menteri Komunikasi Lim Keng Yaik. Lim mengaku kecewa pada Komisi Multimedia dan Komunikasi Malaysia (semacam Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia). Menurut Lim, tender itu tidak mencakup pembangunan infrastruktur dan konten. Lim pun tidak menyebutkan kapan tender itu akan digelar kembali. Setidaknya tiga perusahaan sudah bersiap untuk mengajukan tender Wimax. Mereka adalah DiGicom, Redtone International, dan NasionCom. DiGi adalah satu-satunya, dari tiga pemain mobile di Malaysia, yang tidak mendapatkan lisensi 3G. Di Indonesia Wimax masih dalam pembahasan di Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi. Belum jelas apakah lisensi Wimax nantinya akan diberikan melalui proses tender atau proses lainnya. Namun yang pasti, apa yang terjadi di Malaysia bisa dijadikan pelajaran bagi pihak yang berwenang. (wsh) (wicak/)







Hide Ads
LIVE