Kena Tsunami, Nilai Kerusakan Telkom Rp 350 Juta
- detikInet
Jakarta -
Gempa dan tsunami menghantam Pangandaran, Jawa Barat, dan sejumlah kawasan di wilayah Pantai Selatan Jawa Barat dan Jawa Tengah, Senin (17/7/2006). Bencana tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur telekomunikasi milik PT Telkom. Muhammad Awaluddin, Vice President Public and Marketing Communication, PT. Telkom, merinci kerusakan meliputi: 640 SST (termasuk 14 SST Wartel dan 4 elepon Umum); kabel udara 10' dan 20' masing-masing sepanjang 1.000 m; kabel tanah 10' dan 20' masing-masing sepanjang 100 m; tiang besi 80 batang; tiang beton 38 batang; kabel Drop Wire (DW) 30.000 m; Kotak Pembagi (DP, Distribution Point) 50 buah; alat sambung UC 3-5 dan UC 4-6 masing-masing 15 buah dan 10 buah. "Nilai kerusakan infrastruktur diperkirakan mencapai Rp 350 juta. Dengan pendapatan rata-rata per unit Rp 121.000, maka perkiraan kerugian per hari mencapai Rp 78 juta," ungkap Awaludin, dalam keterangan tertulis yang diterima detikINET, Selasa (8/7/2006).Sentral Telepon Otomat (STO) Pangandaran dilaporkan selamat dari musibah tersebut, sehingga masih beroperasi dengan normal.Awaluddin menyatakan, saat ini hubungan ke Pangandaran (kode area 0265) sudah lancar. "Saat kabar musibah gempa berkekuatan 6.8 SR dan diikuti dengan tsunami beredar, memang sempat terjadi kesulitan menghubungi daerah Pangandaran karena terjadi traffic overaload/rushed traffic, namun sejak Selasa pagi hubungan kembali normal," ujar Awaluddin.STO Pangandaran memiliki kapasitas 5.200 SST. STO tersebut saat ini melayani 3.932 SST terpasang, dengan jumlah pelanggan 3.905 SST. "Tim Telkom yang langsung bergerak menuju lokasi segera setelah terjadi musibah tidak melihat kerusakan apa pun pada STO Pangandaran, sehingga saat ini Tim Telkom berkonsentrasi pada pembenahan jaringan lokal di lokasi bencana," tandas Awaluddin. (nks)
(ketepi/)