Sampah Plastik Kartu SIM Menggunung, Telkomsel Kapan Pakai eSIM?

Sampah Plastik Kartu SIM Menggunung, Telkomsel Kapan Pakai eSIM?

ADVERTISEMENT

Sampah Plastik Kartu SIM Menggunung, Telkomsel Kapan Pakai eSIM?

Virgina Maulita Putri - detikInet
Jumat, 21 Okt 2022 15:44 WIB
Penari menunjukkan pavement blocks atau blok trotoar berbahan limbah kartu perdana yang didaur ulang saat peluncuran
Sampah Plastik Kartu SIM Menggunung, Telkomsel Kapan Pakai eSIM? (Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)
Jakarta -

Telkomsel baru saja meluncurkan program daur ulang sampah sisa kartu SIM untuk mengurangi limbah plastik yang mengotori lingkungan. Lantas, apakah Telkomsel berencana mengadopsi eSIM dalam waktu dekat?

Menurut Vice President Corporate Communications Telkomsel Saki Hamsat Bramono, teknologi eSIM sebenarnya menarik. Tapi untuk implementasinya masih harus menunggu regulasi.

"eSIM kami sangat mendukung karena negara-negara lain sudah mulai untuk memberlakukan eSIM untuk men-deploy di beberapa negara untuk gadget-gadgetnya," kata Saki setelah konferensi pers Telkomsel di Kuta, Bali, Jumat (21/10/2022).

"Ini kita masih menunggu juga terutama dari regulator terkait regulasi bagaimana nanti eSIM secara implementasinya di Indonesia itu akan seperti apa," sambungnya.

eSIM (Embedded Subscriber Identification Module) sendiri merupakan SIM digital yang ditanam langsung ke dalam perangkat secara permanen. Jadi eSIM tidak memiliki bentuk fisik dan tidak bisa dipindahkan antar perangkat dengan mudah seperti kartu SIM pada umumnya.

Saat ini operator yang sudah menawarkan layanan eSIM di Indonesia adalah Smartfren. Jumlah ponsel yang mendukung eSIM di Indonesia juga masih bisa dihitung dengan jari, kebanyakan ponsel flagship seperti iPhone dan Samsung Galaxy S series.

Saki mengungkap operator seluler di Indonesia memproduksi 200 juta unit kartu perdana setiap tahunnya. Tapi pelanggan tentu hanya membawa pulang kartu SIM-nya saja, dan langsung membuang cangkang serta kemasannya yang berujung di tempat sampah.

Saki mengatakan banyaknya jumlah kartu SIM yang diproduksi tiap tahunnya merupakan dampak dari kebiasaan pelanggan di Indonesia yang gemar mencari promo dan gonta-ganti nomor. Ini yang membedakan Indonesia dengan negara lain yang sudah mengadopsi eSIM secara luas, seperti Amerika Serikat.

Transisi dari kartu SIM fisik ke eSIM juga harus memperhatikan nasib outlet, kata Saki. Apalagi saat ini Telkomsel memiliki 330.000 outlet reseller di seluruh Indonesia.

"Karena kalau misalnya semua eSIM di outlet tidak bisa menjual SIM card, misalnya siapa tahu nanti dibikin regulasi eSIM bisa untuk new sales dengan outlet bisa langsung. Itu kan musti diatur," pungkas Saki.



Simak Video "Penggabungan Telkomsel-IndiHome Bakal Diumumkan di Awal 2023"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT