Nokia Hentikan Produksi Ponsel CDMA
- detikInet
Finlandia -
Produsen ponsel terbesar di dunia, Nokia, akan menghentikan pembuatan ponsel berteknologi CDMA (Code Division Multiple Access). Produksi ponsel CDMA dihentikan karena prospek pasar untuk ke depannya, menurut Nokia, makin menyusut. Meski CDMA mampu mencetak sukses di Jepang, Amerika Serikat, Brazil, India dan Cina, tapi di Eropa pasar CDMA kurang diminati. Konsumen di Eropa lebih menyukai teknologi GSM (Global System for Mobile Communication).Tantangan di pasar CDMA, kata Nokia, makin kompetitif dan menjadi lebih sulit. "Nokia memang kuat di GSM, tapi lemah di CDMA," ujar juru bicara Nokia di Helsinki, Arja Suominen.Inilah salah satu alasan mengapa Nokia menghentikan produksi ponsel CDMA-nya. Suominen menambahkan, potensi pasar ponsel CDMA diperkirakan akan meningkat, seiring makin banyaknya gebrakan yang dilakukan para pemain yang bergelut di CDMA.Ponsel CDMA sendiri saat ini dipakai 25-30 persen pelanggan ponsel di dunia. Teknologi CDMA bersaing ketat dengan GSM. Teknologi GSM sendiri sekarang masih memiliki basis pelanggan yang jauh lebih banyak dibanding CDMA. Dari 2 miliar pengguna ponsel dunia, 70 persen diantaranya memakai ponsel berteknologi GSM.Demikian juga dari sisi pelanggan. Jumlah pelanggan GSM tumbuh lebih cepat karena ponselnya lebih murah ketimbang ponsel CDMA. Ponsel GSM yang termurah saja ada yang berbandrol US$ 30 (US$ 1 = Rp 9.357 Sumber: detikcom).Restrukturisasi Unit BisnisUntuk ke depannya, Nokia berencana menggelontorkan 150 juta euro (1 euro = Rp 11.759 Sumber: detikcom) di kuartal tiga untuk merestrukturisasi unit bisnis CDMA-nya. Restrukturisasi ini diharapkan mampu mendongkrak operating margin Nokia. Demikian dilansir Reuters dan dikutip detikINET, Jumat (23/06/2006).Nokia juga akan menghentikan kegiatan riset dan pengembangan (R&D) dan produksi ponsel CDMA menjelang April 2007. Nokia juga akan me-review infrastruktur dan aset CDMA. Namun menurut Suominen ponsel CDMA bermerek Nokia, yang dibuat oleh manufaktur kontrak, masih akan tetap ditawarkan di Amerika Utara karena teknologi CDMA populer disana.Di lain sisi, Head of Mobile Phones Business Unit Nokia Kai Oistamo menambahkan, perusahaan akan tetap pada tujuannya jangka panjangnya yakni menguasai 40% pasar ponsel. "Kami tidak akan merevisi target market share jangka panjang. Ambisi kami masih tetap sama," imbuhnya. (dwn)
(dewidya/)