Dirut Telkom: Digitalisasi Dorong Produktivitas US$120 M pada 2025

ADVERTISEMENT

Dirut Telkom: Digitalisasi Dorong Produktivitas US$120 M pada 2025

Angga Laraspati - detikInet
Rabu, 30 Mar 2022 21:28 WIB
Dirut Telkom Ririek Adriansyah
Foto: dok. Telkom
Jakarta -

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) membangun berbagai infrastruktur penopang digitalisasi seperti pusat data (data center) dan komputasi awan (cloud). Lalu, bagaimana potensi pasarnya?

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan perubahan perilaku masyarakat akibat pandemi semakin cepat terjadi. Beberapa contohnya, saat ini makin banyak masyarakat yang terbiasa bekerja dari jarak jauh, belajar daring, dan mengakses berbagai jenis hiburan digital serta berbelanja menggunakan lokapasar, dan diyakini sebagian besar kebiasaan ini tetap akan berlangsung pasca pandemi.

"Digitalisasi Indonesia dapat mendorong peningkatan produktivitas nasional hingga US$ 120 miliar pada 2025. Ada banyak manfaat yang dibawa digitalisasi untuk berbagai sektor, seperti membuka lebih banyak peluang kerja, menciptakan efisiensi dan layanan yang lebih baik, serta meningkatkan akses masyarakat untuk mendapat layanan terbaik," kata Ririek dalam keterangan tertulis, Rabu (30/3/2022).

Adapun hal tersebut disampaikan saat Ririek mengisi acara bertajuk 'Digitalisasi Nusantara Expo & Summit 2022' yang diadakan KADIN Indonesia di Surakarta, Jawa Tengah, kemarin yang merupakan bagian dari rangkaian site event B20, khususnya terkait gugus tugas Digitalization.

Dampak percepatan digitalisasi yang terjadi akibat COVID-19 dinilai akan membuat Indonesia bisa bertahan menghadapi pandemi saat ini. Telkom membantu akselerasi pembangunan berbagai infrastruktur yang dibutuhkan di lingkup nasional dan daerah. Salah satunya, Telkom terlibat dalam pembangunan data center dan komputasi awan yang masuk dalam 10 agenda prioritas nasional untuk mewujudkan kedaulatan digital Indonesia.

"Apa pun industrinya, teknologi cloud akan bertindak sebagai pendukung penting dengan menyediakan sarana bagi bisnis untuk berinovasi dengan teknologi baru. Cloud membuat bisnis fleksibel dan aman. Infrastruktur ini juga mendukung otomatisasi industri dan menghubungkan data dari mesin, manusia, dan benda melalui big data, simulasi, serta manufaktur aditif," ujar Ririek.

Kebutuhan data center di dunia terutama kawasan Asia Tenggara, diperkirakan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan. Bahkan diperkirakan, dibandingkan tahun 2020, pasar data center akan tumbuh 2 hingga 3 kali lipat pada tahun 2025.

Telkom kini memiliki serta mengelola 27 data center baik dalam maupun luar negeri. Telkom juga sedang membangun sebuah Hyperscale Data Center (HDC) berkapasitas total 75 MW dan mampu menampung 10 ribu rak, di mana tahap pertama dengan kapasitas 22 MW ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal II/2022.



Simak Video "Hasil Investigasi Telkom: Data Diduga Milik IndiHome Ternyata Dijual"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT