15 Exoplanet Aneh, Ada yang Hujan Kaca hingga Terbuat dari Berlian
Pool - detikInet
Tautan telah disalin
Jakarta -
Dari planet yang hujan kaca hingga dunia gelap pekat, inilah 15 eksoplanet paling aneh yang ditemukan astronom.
TIC 241249530 b, Planet dengan Orbit Ekstrem. Eksoplanet TIC 241249530 b memiliki orbit yang sangat lonjong atau eksentrik. Saat mengelilingi bintangnya, planet ini bisa berada 10 kali lebih dekat ke bintangnya dibanding jarak Merkurius ke Matahari, kemudian menjauh hingga kira-kira sejauh jarak Bumi ke Matahari. Yang lebih aneh, TIC 241249530 b mengorbit berlawanan arah dengan rotasi bintangnya. Orbit ekstrem tersebut diduga dapat membuatnya berevolusi menjadi planet tipe hot Jupiter. Foto: NASA
HD 189733b, Planet dengan Hujan Kaca.Β HD 189733b merupakan hot Jupiter yang berjarak sekitar 64 tahun cahaya dari Bumi. Planet ini memiliki suhu sekitar 1.300 derajat Celsius dan diterpa angin yang kecepatannya diperkirakan mencapai 8.700 kilometer per jam. Warna birunya berasal dari silikat di atmosfer yang pada suhu ekstrem dapat membentuk butiran kaca. Partikel tersebut kemudian terbawa angin, sehingga hujan kaca di planet ini diperkirakan turun menyamping. Foto: NASA
TOI 849 b, Dunia Berbatu yang Kehilangan Atmosfernya.Β TOI 849 b berukuran kira-kira seperti Neptunus, tetapi memiliki karakter yang sangat berbeda. Eksoplanet ini sangat padat dan berbatu, dengan massa sekitar 40 kali Bumi. Ia mengorbit sangat dekat dengan bintangnya sehingga satu tahun di sana hanya berlangsung sekitar 18 jam, sementara suhu permukaannya mencapai sekitar 1.530 derajat Celsius. Astronom menduga TOI 849 b mungkin merupakan sisa inti planet gas raksasa yang atmosfernya telah terlepas. Foto: NASA
WASP-12b, Planet yang Sedang Menuju Kehancuran. WASP-12b berada sekitar 600 tahun cahaya dari Bumi dan mengorbit sangat dekat dengan bintangnya. Gravitasi bintang membuat bentuk planet ini terdistorsi, sementara radiasi bintang yang intens membuatnya mengembang hingga sebagian materialnya terlepas. Planet tersebut bahkan diperkirakan hanya memiliki sekitar 3 juta tahun lagi sebelum akhirnya mengalami kehancuran akibat terus mendekati bintangnya. Foto: NASA
Planet Pengembara yang Tak Mengorbit Bintang. Tidak semua planet harus memiliki bintang induk. Ada yang disebut rogue planet, yakni dunia yang mengembara bebas di ruang antarbintang tanpa terikat pada bintang tertentu. Tanpa cahaya dan panas dari bintang induk, dunia semacam ini diperkirakan sangat dingin dan gelap. Salah satu kandidatnya adalah OT44 yang diperkirakan bermassa sekitar 11 kali Jupiter, sementara OGLE-2016-BLG-1928 diduga berukuran lebih kecil dari Bumi. Foto: NASA
55 Cancri e, Planet yang Diduga Terbuat dari Berlian. 55 Cancri e merupakan super-Earth dengan massa sekitar 7,8 kali Bumi dan radius lebih dari dua kali planet kita. Dahulu, ilmuwan menduga kandungan karbonnya sangat tinggi sehingga tekanan dan suhu ekstrem di bagian dalam planet dapat membentuk berlian. Namun, penelitian yang lebih baru menunjukkan kandungan karbonnya kemungkinan tidak sebanyak perkiraan awal. Karena itu, status 55 Cancri e sebagai 'planet berlian' masih diperdebatkan. Foto: NASA
TrES-2b, Planet yang Hampir Tidak Memantulkan Cahaya. TrES-2b dikenal sebagai salah satu eksoplanet tergelap yang pernah ditemukan. Planet yang berjarak sekitar 750 tahun cahaya ini diperkirakan hanya memantulkan kurang dari 1% cahaya yang mengenainya. Astronom David Kipping bahkan menggambarkannya lebih gelap daripada batu bara atau cat akrilik hitam. Kegelapan ekstrem tersebut membuat TrES-2b tampak seperti dunia yang hampir menelan seluruh cahaya yang datang kepadanya. Foto: NASA
KELT-9b, Planet yang Lebih Panas dari Banyak Bintang. KELT-9b merupakan ultra-hot Jupiter dengan suhu sisi siangnya mencapai sekitar 4.300 derajat Celsius. Planet ini begitu dekat dengan bintangnya sehingga satu tahun berlangsung kurang dari satu setengah hari. Suhu ekstrem tersebut bahkan cukup untuk membuat besi dan titanium berada dalam bentuk atom di atmosfernya. Molekul hidrogen di sisi siang juga dapat terurai akibat panas, kemudian kembali bergabung ketika terbawa ke sisi malam yang lebih dingin.Β Foto: NASA
HR 5183b, Planet dengan Orbit Seperti Ketapel. HR 5183b memiliki massa sekitar tiga kali Jupiter dan membutuhkan sekitar 74 tahun untuk menyelesaikan satu orbit. Keunikannya terletak pada orbit yang sangat lonjong. Planet ini menghabiskan sebagian besar waktunya di bagian luar sistem, kemudian melesat mendekati bintangnya sebelum kembali menjauh. Pola tersebut membuatnya dijuluki 'whiplash planet' karena gerakannya menyerupai cambuk yang melesat dari satu sisi ke sisi lainnya.Β Foto: NASA
K2-18b, Planet dengan Lautan Superpanas. K2-18b memiliki radius sekitar dua kali Bumi dan massa sekitar delapan kali planet kita. Eksoplanet ini sempat menarik perhatian karena ditemukan air di atmosfernya dan berada di zona laik huni bintangnya. Namun, penelitian berikutnya menunjukkan K2-18b mungkin bukan dunia mirip Bumi. Salah satu kemungkinan adalah planet ini memiliki lapisan air yang sangat panas dan tertekan, dengan kondisi air berada di antara fase cair dan gas, di bawah atmosfer uap air yang tebal.Β Foto: NASA
HAT-P-7b, Planet Gelap dengan Langit Seperti Safir. HAT-P-7b berukuran lebih besar dari Jupiter dan mengorbit sangat dekat dengan bintangnya. Satu tahun di planet ini berlangsung kurang dari tiga hari, sementara suhu sisi siangnya dapat mencapai lebih dari 2.200 derajat Celsius. Meski sangat panas, HAT-P-7b juga termasuk planet yang sangat gelap karena mampu menyerap lebih dari 97% cahaya tampak yang mengenainya. Foto: NASA
HD 110067, Sistem Enam Planet yang Bergerak Harmonis. Keanehan HD 110067 bukan terletak pada satu planet, melainkan pada sistem enam planet yang mengorbit bintang tersebut dalam pola resonansi orbital. Planet terdekat membutuhkan 9,11 hari untuk mengorbit, sementara planet berikutnya membutuhkan 13,67 hari atau sekitar 1,5 kali lebih lama. Pola ini berlanjut pada planet-planet lainnya. Keteraturan tersebut bahkan membantu astronom memprediksi keberadaan planet yang sebelumnya belum terdeteksi dari pola penurunan cahaya bintang. Foto: NASA
WASP-107 b, Planet Selembut Marshmallow. WASP-107 b merupakan eksoplanet tipe warm Neptune dengan kepadatan yang sangat rendah. Volumenya lebih dari tiga perempat Jupiter, tetapi massanya kurang dari sepersepuluh Jupiter. Karena sangat mengembang, bagian dalam planet ini pernah dianalogikan seperti marshmallow panggang. Data dari teleskop Webb dan Hubble kemudian membantu astronom mempelajari gas-gas di atmosfernya dan kemungkinan sumber panas internal yang membuat planet ini begitu 'mengembang'.Β Β Foto: NASA
Kepler-452b, Planet yang Mirip Bumi. Kepler-452b sering dijuluki βBumi 2.0β karena memiliki sejumlah kemiripan dengan planet kita. Ukurannya sekitar 60% lebih besar dari Bumi dan mengorbit bintang yang karakteristiknya mirip Matahari. Satu tahun di Kepler-452b berlangsung sekitar 385 hari, hanya 5% lebih lama daripada setahun di Bumi. Planet ini juga berada pada jarak dari bintangnya yang memungkinkan air cair berpotensi ada, meski kondisi sebenarnya di permukaannya belum diketahui.Β Foto: NASA
HIP 67522 b, Planet yang Dibombardir Ledakan Bintangnya. HIP 67522 b merupakan planet raksasa yang berjarak sekitar 400 tahun cahaya dari Bumi dan mengorbit sangat dekat dengan bintang induknya yang masih muda. Satu tahun di planet ini hanya berlangsung sekitar satu minggu di Bumi. Kedekatannya membuat bintang tersebut memicu ledakan atau flare yang membombardir planet dengan radiasi. Akibat paparan energi tersebut, HIP 67522 b mengembang hingga berukuran kira-kira sebesar Jupiter, meski massanya hanya sekitar 5% massa Jupiter. Foto: NASA