Pengamat: Layanan 3G Ketinggalan Zaman

ADVERTISEMENT

Pengamat: Layanan 3G Ketinggalan Zaman

Agus Tri Haryanto - detikInet
Rabu, 29 Des 2021 21:45 WIB
Teknisi melakukan pemeliharaan perangkat BTS milik XL Axiata yang berlokasi di Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, sekitar 9 km dari puncak Gunung Merapi, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta,  Selasa (8/12/2020). Pemeliharaan dilaksanakan untuk menjaga kualitas layanan serta kenyamanan masyarakat pengguna XL dan AXIS di kawasan gunung Merapi yang banyak terdapat lokasi wisata, XL Axiata juga telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi untuk mengamankan jaringan di tengah aktivitas gunung Merapi yang terus meningkat. XL Axiata memiliki lebih dari 80 BTS yang berada pada radius sekitar 15 km dari Gunung Merapi yang tersebar di wilayah Kabupaten Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten. detikcom/Pius Erlangga
Jaringan 3G dinilai sudah ketinggalan zaman (Foto: PIUS ERLANGGA/detikccom)
Jakarta -

Pengamat telekomunikasi dari IndoTelko Forum Doni Ismanto menilai penghapusan layanan 3G sudah seharusnya dilakukan dan dinilai sudah usang teknologinya.

"(Penghapusan layanan 3G) tepat sekali, karena teknologi 3G kan sudah ketinggalan," ujar Doni, Rabu (29/12/2021).

Doni menjelaskan dari segi investasi, operator seluler akan kewalahan dalam memelihara layanan 3G, di mana pengembangan 4G sedang gencar dilakukan ke berbagai daerah Indonesia.

"Secara investasi bagi operator lebih menguntungkan di 4G ketimbang 3G, apalagi 2G. 4G sudah memberikan layanan yang sama, bahkan melebihi 3G. Kalau 3G dimatikan, kan frekuensinya bisa digunakan untuk 4G atau 5G. Lagian 3G itu teknologi nanggung dengan adanya 4G atau 5G," jelas Doni.

Menurut Doni, proses layanan 3G dimatikan oleh operator seluler bisa cepat dilakukan hingga tahun depan.

"Kalau buat switch 3G ke 4G itu akan cepat, karena biasanya BTS sudah multi teknologi dipakai operator. Kalau bicara kesiapan teknis operator seluler setahun cukup. Belajar dari migrasi Flexi, menyiapkan sisi pelanggan yang agak lama, perlu edukasi," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate meminta para operator seluler untuk menghapus 3G di layanan mereka.

Menkominfo mengatakan bahwa jaringan 4G merupakan tulang punggung dalam melakukan konektivitas di Indonesia. Di sisi lain, masih ada pekerjaan rumah, di mana 83.218 desa/kelurahan belum tersedia sinyal 4G.

Pekerjaan rumah itu yang terus dikejar oleh pemerintah dan operator seluler agar yang tadinya blankspot sudah merdeka sinyal internet 4G tahun 2022.

"Sinyal 4G ini jadi tulang punggung komunikasi nasional kita. Saya juga sudah minta kepada operator seluler untuk fade out 3G. Kenapa 3G yang di-fade out, bukan 2G? Karena memang beda penggunanya. Kalau 2G itu komunikasi suara, sedangkan 3G itu komunikasi data," jelasnya.

Johnny mengatakan bahwa 3G menawarkan layanan internet, tetapi koneksinya lebih lambat dibandingkan dengan 4G. Fakta ini yang menjadi alasan agar operator seluler menghapus layanan 3G secara bertahap.

"3G ini komunikasi data yang lambat, pesaingnya itu 4G yang lebih cepat. Saya sudah minta (ke operator seluler) agar secara bertahap fade out 3G dan digantikan dengan 4G," pungkas Menkominfo.



Simak Video "Telkomsel Suntik Mati Jaringan 3G Hari Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT