Pengamat: Karyawan IM2 Memilukan, Indosat Jangan Lepas Tangan

Pengamat: Karyawan IM2 Memilukan, Indosat Jangan Lepas Tangan

Tim - detikInet
Kamis, 16 Des 2021 06:45 WIB
Jaksa Eksekusi Rp 1,3 T Kasus Korupsi Indar Atmanto, Aset Indosat IM2 Disita
Foto: dok. Kejagung
Jakarta -

Nasib 350 karyawan Indosat Mega Media (IM2), anak usaha dari Indosat Ooredoo, tidak menentu usai diputus kontrak perusahaan. Pengamat menilai sebagai perusahaan besar, Indosat Ooredoo, bisa mengatasi persoalan tersebut.

Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi mengatakan Indosat Ooredoo harus ada pertanggungjawaban sebagai pemilik saham terbesar IM2. Imbas dibubarkannya IM2 juga berdampak pada tutup layanan internet rumah, Indosat GIG.

"Harus ada pertanggungjawaban terhadap nasib seluruh karyawan, karena kan Indosat Ooredoo merupakan shareholder utama IM2. Sahamnya kan 99,85% milik Indosat dan sisanya koperasi Indosat," ujar Heru.

Lebih lanjut, Heru mengungkapkan persoalan nasib karyawan IM2 perlu menjadi perhatian Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate dan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziah.

"Menkominfo dan Menaker harus turun tangan ini terkait dampak penutupan IM2 agar pegawai mendapat perlindungan," ucapnya.

Mantan Komisoner BRTI ini juga mengatakan bahwa nasib karyawan IM2 yang terkatung-katung itu tidak bisa dilepaskan begitu saja.

"Ini bukan sekadar soal korporasi tapi juga rasa kemanusiaan. Tidak bisa lepas tangan. Sebagai perusahaan besar dan internasional, saya yakin Indosat Ooredoo bisa menyelesaikan dampak penutupan IM2 dengan elegan dan membuat happy karyawan IM2," tuturnya.

Indosat Ooredoo mengumumkan anak usahanya PT Indosat Mega Media (IM2) resmi telah dibubarkan dan dilikuidasi pada 8 Desember 2021 lalu. Keputusan ini merupakan babak lanjutan dari perkara kasus korupsi yang melibatkan perusahaan tersebut dari 2015 lalu.

Imbasnya dari pembubaran anak perusahaan telekomunikasi tersebut berpengaruh pada keberlangsungan hidup pada pekerja. Ketua Serikat Pekerja Indosat Mega Media (IM2) Deni Saputra mengatakan, setidaknya pada akhir November lalu ada 350 lebih karyawan yang diputuskan hubungan kerja (PHK) secara tiba-tiba.

"Per 30 November ada teman-teman kami jumlahnya lebih dari 350 orang yang berstatus outsourcing telah diputuskan kontraknya, dalam jangka waktu 1 pekan. Mereka bukan orang-orang yang punya tabungan besar, bukan orang-orang yang punya modal hidup besar," kata Deni.



Simak Video "Indosat Ooredoo Hutchison Bersiap Cabut Jaringan 3G"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/afr)