Kominfo Susun Roadmap Indonesia Digital 2021-2024, Ini Isinya

ADVERTISEMENT

Kominfo Susun Roadmap Indonesia Digital 2021-2024, Ini Isinya

Angga Laraspati - detikInet
Senin, 06 Des 2021 23:09 WIB
Logo Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).
Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto
Jakarta -

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan pihaknya telah menyusun panduan komprehensif berupa Roadmap Indonesia Digital 2021-2024. Roadmap tersebut terdiri dari 4 pilar.

"Roadmap ini terdiri dari 4 pilar sektor strategis, yaitu Infrastruktur Digital, Tata Kelola Digital, Ekonomi Digital, dan Masyarakat Digital, yang penting untuk membangun transformasi digital yang tangguh," jelas Johnny dikutip dari website resmi Kominfo, Senin (6/12/2021).

Dalam Pembukaan Simposium Future Telecommunication Technologies yang berlangsung virtual, hari ini, Johnny menjelaskan dalam Roadmap itu terdapat beberapa inisiatif, pertama, peningkatan jaringan 4G di kawasan 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) melalui penambahan pembangunan BTS dan pemanfaatan Palapa Ring.

"Kami bertujuan untuk memiliki jangkauan 4G di seluruh desa di Indonesia pada tahun 2022, yang 10 tahun lebih cepat dari yang direncanakan sebelumnya," tutur Johnny.

Kedua, peluncuran jaringan 5G termasuk fiberisasi, yang telah dimulai pada April 2021. Sejak saat itu, jangkauan layanan telah mencapai 9 kota dan wilayah aglomerasi dengan jaringan 5G yang tersedia untuk layanan komersial.

"Ketiga, perluasan akses internet dan penyebaran perangkat pendukung di lokasi-lokasi pelayanan publik. Untuk inisiatif ini, kami berencana meluncurkan high-throughput satellite SATRIA-I pada tahun 2023 untuk melayani 150.000 fasilitas umum, termasuk 93.900 sekolah dan 3.700 fasilitas kesehatan," jelasnya.

Keempat, pemanfaatan digital dividen 112 MHz yang diperoleh dari farming dan refarming spektrum frekuensi radio untuk meningkatkan akses broadband atau internet cepat.

"Target kami adalah untuk sepenuhnya bermigrasi dari analog ke siaran digital pada November 2022 untuk mengakomodasi perkembangan 4G dan 5G di masa depan," tutur Johnny.

Kelima yaitu pembangunan Pusat Data Nasional dan Whole-of-Government Cloud. Menurutnya, pemerintah berencana untuk membangun empat Pusat Data Nasional, dengan pusat data pertama yang akan beroperasi pada tahun 2023.

"Pemerintah berkomitmen untuk melakukan transformasi digital ini melalui empat pilar transformasi digital dan seratus inisiatif yang telah dicanangkan untuk mentransformasikan Indonesia sebagai bangsa digital," tegasnya.

Johnny pun mengungkapkan pengembangan teknologi telekomunikasi di masa depan tidak saja membutuhkan dukungan infrastruktur digital. Untuk pengembangan teknologi telekomunikasi akan membutuhkan dukungan dan kolaborasi ekosistem.

"Dari sudut pandang regulator, memungkinkan pengembangan teknologi telekomunikasi masa depan, termasuk 6G dan komunikasi kuantum, tidak hanya membutuhkan pengembangan infrastruktur digital yang agresif, tetapi juga upaya digital transformatif untuk seluruh ekosistem," ujarnya.

Ia menyatakan kemajuan teknologi digital berlangsung akibat adanya permintaan global yang meningkat serta tekanan dari pandemi COVID-19. Oleh karena itu, transformasi digital akan menjadi prioritas utama bagi bangsa.

"Didukung oleh infrastruktur telekomunikasi yang memadai, bonus demografi, dan kebijakan berwawasan ke depan, Indonesia bertekad untuk mencapai visinya menjadi salah satu ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2024," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT