Dukung KTT G20, Kemenkominfo Siapkan Konektivitas 5G

Dukung KTT G20, Kemenkominfo Siapkan Konektivitas 5G

Inkana Izatifiqa R Putri - detikInet
Sabtu, 27 Nov 2021 13:00 WIB
Kemkominfo
Foto: Dok. Kemkominfo
Jakarta -

Menteri Komunikasi dan Informatika menyatakan kesiapannya dalam mendukung kelancaran Presidensi G20. Terkait hal ini, Kementerian Kominfo akan menyiapkan dukungan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi berupa konektivitas 5G dan perangkat pendukung pertemuan virtual.

"Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, sudah jelas bahwa Keketuaan Indonesia dalam Presidensi G20 tahun 2022 ada dua target yang harus sukses. Sukses dari sisi substansi dan sukses terhadap penyelenggaraannya. Dua hal ini yang sedang dilakukan," jelasnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/11/2021).

Hal ini ia sampaikan usai acara Penandatanganan Pinjam Pakai Lahan Program BTS Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian (BAKTI) Kominfo di Sofitel Hotel, Nusa Dua, Badung, Bali, Jumat (26/11).

Guna menjalankan arahan ini, Johnny menyatakan panitia penyelenggara dari kementerian dan lembaga telah merancang 118 rapat. Menurutnya, aspek substansi Presidensi G20 berkaitan dengan Sherpa Track, Finance Track, Working Group maupun Engagement Group.

"Kementerian Kominfo secara berkala akan memberikan update kepada pemangku kepentingan dan ekosistem industri dan publik, mengenai perkembangan pembahasan Pokja Ekonomi Digital pada pertemuan G20," jelasnya.

Lebih lanjut, Johnny menjelaskan keseluruhan rangkaian rapat nantinya akan berlangsung di 16 atau 17 kota Indonesia. Oleh karena itu, Kementerian Kominfo akan menyiapkan infrastruktur TIK dengan penyediaan jaringan 4G dan 5G.

"Kominfo juga menyiapkan perangkat-perangkat virtualnya dengan menggunakan Webex dan menyediakan jaringan cadangan untuk mengantisipasi apabila terjadi gangguan konektivitas telekomunikasi," ungkapnya.

Soal standar penyediaan infrastruktur TIK dan konektivitas, Johnny mengungkapkan hal ini akan dipersiapkan seperti penyelenggaraan World Superbike beberapa waktu lalu. Dalam hal ini, pihaknya akan mempersiapkan jaringan backup guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

"Seperti yang saat ini sedang kita lakukan dalam penyelenggaraan World Superbike, dan pada saat Moto GP Mandalika nanti disediakan juga jaringan backup. Begitu juga dengan event internasional G20 Summit," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama BAKTI Kementerian Kominfo, Anang Latif menyampaikan dalam pertemuan tingkat menteri, BAKTI Kominfo akan menyiapkan bandwidth sekitar 20 Gbps.

"Kemudian, di pertemuan level kepala negara dalam Konferensi Tingkat Tinggi G20, disediakan kapasitas jaringan sebesar 2 Gbps dan untuk tingkat pendukung seperti kegiatan rapat, tersedia kapasitas jaringan pendukung sebesar 400 Mbps," katanya.

Dalam pelaksanaannya, Anang menyebut pihaknya akan berkolaborasi dengan mitra penyedia dan penyelenggara telekomunikasi. Hal ini guna mempersiapkan bandwidth dan memastikan sinyal jaringan WiFi lancar di lebih dari 100 venue kegiatan selama KTT G20.

"Untuk G20 ini memang Bapak Menkominfo Johnny G. Plate selalu mengedepankan kolaborasi. Jadi kami berkoordinasi dengan banyak pihak karena ini tidak mungkin bisa dilakukan BAKTI sendiri, tetapi melibatkan banyak mitra-mitra kita yaitu penyedia atau penyelenggara telekomunikasi," jelasnya.

Anang menambahkan pihaknya juga akan berkoordinasi dengan mitra penyelenggara layanan operator seluler untuk menyiapkan kapasitas jaringan cadangan. Hal itu bertujuan untuk mendukung kelancaran event G20 selama satu tahun ke depan.

"Prinsipnya untuk setiap venue atau meeting, kita selalu siapkan backup jaringan cadangan. Selain itu, kapasitas harus memenuhi kebutuhan internet cepat, karena di sini para kepala negara dan menteri-menteri berkumpul. Tidak cukup untuk satu lokasi disiapkan oleh satu operator telekomunikasi, tetapi harus ada dua bahkan tiga operator yang selalu mem-backup," ujarnya.

Untuk menyukseskan penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia, lanjut Anang, BAKTI Kominfo bersama tiga operator akan memberikan layanan 5G experience.

"Ada dalam bentuk Augmented Reality, Virtual Reality, dan beragam lainnya. Lalu, ada juga booth yang disiapkan nantinya. Masing-masing akan menunjukkan bukan cuma sinyalnya, tetapi aplikasinya pun memberikan experience berbeda dengan 4G," jelasnya.

Selain itu, Anang mengatakan dirinya juga akan bertugas dalam menyiapkan 5G showcase experience pada penyelenggaraan G20 tahun depan.

"Jadi, intinya kami ingin menunjukkan kepada seluruh mitra bahwa di Indonesia kini sudah lebih maju. Mungkin berbeda dengan persepsi mereka selama ini, kami ingin mempertegas bahwa Indonesia di sisi teknologi telekomunikasi cukup advance," tandasnya.

(akn/afr)