Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Telkom Berharap Pengguna Telkomnet Instan Naik 30%

Telkom Berharap Pengguna Telkomnet Instan Naik 30%


- detikInet

Jakarta - PT Telkom Tbk. ingin menambah jumlah pengguna layanan internet dial up, yang saat ini masih rendah. Demikian halnya dengan waktu penggunaan, yang diharapkan naik 50 persen dari yang sekarang.Dari data yang dimiliki Telkom, layanan internet dial up Telkomnet Instant baru diakses dari 550 ribu satuan sambungan telepon (SST) per bulan. Angka tersebut masih rendah meski telah mengalami pertumbuhan 10 kali lipat dalam lima tahun terakhir, dengan pertumbuhan rata-rata per tahun sekitar 15 persen."Namun angka pertumbuhan tersebut masih jauh dibanding pertumbuhan pengguna internet di Vietnam dan Pakistan dalam lima tahun, sekitar 20 sampai 50 kali lipat," ungkap Muhammad Awaluddin, Vice President Public and Marketing Communication, PT Telkom Tbk., dalam keterangan tertulis yang diterima detikinet, Minggu (16/04/2006).Padahal, akses Telkomnet Instan sudah dapat digunakan hampir dari seluruh sentral telepon di Indonesia yang berjumlah 900 sentral telepon.Selain itu, rata-rata lamanya akses internet oleh pengguna masih terbilang rendah, yaitu sekitar delapan jam per bulan. Di akhir pekan (Sabtu dan Minggu), angka penggunaan internet lebih rendah dibanding hari kerja.Melalui program promo yang dinamai "Weekend Net Promo", Telkom berharap bisa menambah jumlah pengguna sebanyak 30 persen, dan waktu penggunaan internet sebanyak 50 persen. Program ini menawarkan tarif internet Rp 100 per menit, khusus untuk hari Sabtu dan Minggu.Program yang dilangsungkan selama tiga bulan ini, berlangsung dari bulan April sampai Juni 2006. Dalam paparannya, Awaluddin mengatakan, Telkom ingin menstimulasi masyarakat untuk menggunakan akses internet dengan harga yang relatif murah pada hari Sabtu dan Minggu. Dari data The Asian Institute Itnernet, Desember 2005, jumlah pengakses internet di Indonesia baru mencapai 8,1 persen dari jumlah penduduk. Masih lebih kecil dibanding Filipina (9,1 persen), Thailan (12,7 persen), Malaysia (36,7 persen) dan Singapura (67,2 persen). (nks) (ketepi/)





Hide Ads