Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Salahgunakan SMS
19.000 Pelanggan Seluler Dinonaktifkan
Salahgunakan SMS

19.000 Pelanggan Seluler Dinonaktifkan


- detikInet

Beijing - Sebuah operator telekomunikasi seluler di Cina, China Mobile, menindak tegas ribuan pelanggannya. Tak tanggung-tanggung, 19.000 pelanggannya dicoret dari daftar pelanggan, karena kedapatan memanfaatkan layanan pesan singkat (short message service/SMS) untuk melancarkan tindak kejahatan.Seperti dilaporkan China Daily, kejahatan menggunakan SMS marak terjadi di negeri tirai bambu itu. SMS-SMS disebar dengan maksud agar penerimanya mau membeberkan informasi finansial mereka, atau kalau bisa, mengecoh mereka agar mau mengirim sejumlah uang ke pelaku.Penonaktifan ribuan pelanggan seluler tersebut terjadi di kota Zhuhai, yang berlangsung selama enam bulan. Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari keputusan yang diambil pada Oktober 2005. Saat itu diputuskan untuk membuka hotline bagi para pengguna ponsel yang menerima pesan sampah, baik yang berupa penipuan maupun tindak kejahatan lainnya. "Kami pernah menerima tujuh atau lebih keluhan terhadap satu nomor, kami akan menghapus fungsi tersebut sehingga tidak bisa lagi dipakai mengirim pesan-pesan sampah," kata Yang Kaixiong, chief manager for customer service dari China Mobile, seperti dikutip detikinet, Rabu (12/4/2006) dari AFP.Cina merupakan pasar potensial bagi telekomunikasi seluler. Hingga akhir 2005 saja, Cina memiliki 393,4 juta pelanggan seluler dan Departemen Industri Informasi memperkirakan, angka tersebut akan mencapai 440 juta pelanggan tahun ini.Kejahatan menggunakan SMS juga marak terjadi di Indonesia, baik dalam bentuk penipuan, fitnah, profokasi dan lain sebagainya. Hal tersebut tengah dicoba dicarikan pencegahannya. Pemerintah mengharuskan data para pengguna seluler di Indonesia dikumpulkan, sehingga memudahkan pihak berwenang dalam menelusuri pelaku kejahatan melalui SMS atau berbagai sarana telekomunikasi lainnya. (nks) (ketepi/)





Hide Ads