Gebrakan Merger Indosat-Tri - Halaman 3

Roundup

Gebrakan Merger Indosat-Tri

Agus Tri Haryanto - detikInet
Minggu, 19 Sep 2021 11:00 WIB
indosat ooredoo hutchinson 3 indonesia
Gebrakan Merger Indosat-Tri. Foto: detikcom

Dukungan Pemerintah Indonesia

Sejak mengetahui sampai akhirnya merger Indosat dan Tri tercapai, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyatakan dukungan terjadi aksi korporasi tersebut.

"Untuk efisiensi dan peningkatan nilai tambah pada industri telepon selular, maka tentu kami menyambut baik langkah konsolidasi yang dilakukan operator seluler secara business to business," kata Menkominfo Johnny, pada Desember 2020.

Lebih lanjut, kata Menkominfo, bahwa di Undang-Undang Cipta Kerja Omnibus Law pada sektor Pos, Telekomunikasi, dan Penyiaran, membuka ruang kerja sama yang lebih baik (ekonomis dan efisien) bagi industri telco dan penyiaran.

"Konsolidasi juga diperlukan untuk mendukung perusahaan telekomunikasi dalam mempersiapkan investasi initial deployment 5G di Indonesia," ucapnya.


Nasib Frekuensi Indosat-Tri

Dengan merger Indosat dan Tri ini menjadi pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana nasib frekuensi yang dimiliki kedua operator seluler tersebut?

Indosat memiliki total lebar pita 95 MHz yang tersebar di pita frekuensi 850 MHz, 900 MHz, 1,8 GHz, dan 2,1 GHz. Sedangkan Tri mempunyai total lebar pita 50 MHz di pita frekuensi 1,8 GHz dan 2,1 GHz.

Aksi korporasi ini menjadi yang pertama sejak tujuh tahun terakhir, di mana pada 2014 lalu XL Axiata mencaplok Axis. Ketika itu, frekuensi yang dipunya Axis dikembalikan kepada negara kemudian dilakukan lelang frekuensi.

Chief Operating Officer Indosat Ooredoo Vikram Sinha mengungkapkan nasib frekuensi yang dimilikinya tidak bisa disamakan dengan XL Axiata yang mengakusisi Axis.

"Pada saat XL dan Axis, regulasi dan hukum saat itu berbeda dengan sekarang. Setelah (disahkannya Undang-Undang Cipta Kerja) Omnibuslaw, semuanya berubah," kata Vikram ditemui di Kantor Indosat Ooredoo, Jakarta.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo)Johnny G. Plate, Kominfo masih menunggu pernyataan resmi kedua belah pihak mengenai penggabungan dua entitas perusahaan tersebut.

"Indosat dan Tri baru resmi merger setelah mendapat persetujuan pemerintah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tentunya semua aspek akan dievaluasi oleh pemerintah termasuk alokasi spektrum," ujar Menkominfo, Jumat (17/9/2021).

(agt/jsn)