Microsoft 'Ditodong' Sebarkan Ilmu ke Mahasiswa Indonesia
- detikInet
Jakarta -
Banyak faktor menyebabkan mahasiswa dan pelajar Indonesia tertinggal soal keamanan komputer. Agar imbang dengan kemajuan teknologi, Onno W. Purbo menyarankan Microsoft bagi-bagi ilmu ke mereka. Hal itu mengemuka dalam Security Roadshow yang digelar Microsoft di Hotel ShangriLa Jakarta, Kamis (6/4/2006). Dalam acara tersebut, Enterprise Security Architect dari Microsoft Corp Steve Riley menyebut faktor manusia sebagai benteng pertahanan terakhir dari sebuah sistem keamanan komputer.Onno W. Purbo, praktisi teknologi informasi, mempertanyakan apakah manusia itu bisa diandalkan jika pengetahuan teknis yang mereka miliki kurang? "Masalah utamanya di lapangan bukan hanya teknologinya saja yang terus dikembangkan. Isu sebenarnya di faktor manusianya. Percuma saja kalau masih ada gap knowledge," kata Onno.Nah, lanjut Onno, lebarnya jurang pengetahuan tersebut salah satunya disebabkan faktor bahasa. "Dengan menggunakan Bahasa Indonesia, bahasa yang sama antar daerah, gap penyebaran ilmu tentang teknologinya saja bisa ketinggalan 10 tahun, apalagi yang menggunakan Bahasa Inggris," imbuhnya.Oleh sebab itu, Onno pun 'menodong' pembesar Microsoft untuk 'membagikan' ilmu teknis sekuriti kepada para pelajar dan mahasiswa Indonesia, setidaknya dalam bentuk sebuah buku. "Ya tolong di-empower saja mahasiswa tentang ilmu sekuriti itu. Kalau tidak, ya produk teknologinya sama saja bohong," tandasnya.Hal itu pun ditanggapi positif oleh pihak Microsoft. Jacqueline Peterson-Jarwis, Security Mobilization Initiative Lead Microsoft, mengatakan akan mempertimbangkan ide yang dilontarkan oleh Onno. "Kami akan mempertimbangkan hal itu dengan regional terlebih dahulu. Itu ide yang sangat bagus. Lagipula, hal yang bersangkutan dengan pendidikan dan mahasiswa merupakan sesuatu yang penting bagi kami," kata Jacqueline.Selain itu, sebagai alternatif lain untuk mengurangi jurang pengetahuan dan sekaligus membantu meningkatkan kemampuan teknis para mahasiswa, Onno menyarankan pihak Microsoft untuk meminjamkan produknya agar bisa diteliti dan kemudian dibuatkan resensinya oleh para mahasiswa tersebut. "Baru kemudian disebarkan secara cuma-cuma melalui internet," ujarnya lagi. (rou/wsh)Keterangan Foto: Steve Riley (atas) dan Onno W. Purbo (bawah). Fotografer: rou/inet.
(wicak/)