5G Tiba di Indonesia, Begini Dampak Drastis Bagi Pengguna HP

5G Tiba di Indonesia, Begini Dampak Drastis Bagi Pengguna HP

Agus Tri Haryanto - detikInet
Jumat, 25 Jun 2021 09:40 WIB
Telkomsel menjadi provider pertama yang menerapkan 5G di Indonesia dengan mengusung tema 5G Unlock The Future yang resmi diluncurkan hari ini, Kamis (27/5/2021).
5G Datang ke Indonesia, Begini Dampak Drastis Pengguna Smartphone. Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Meski era 5G baru beberapa pekan menyapa Indonesia, kedatangan 5G tersebut akan mendorong perubahan perilaku pengguna smartphone di Indonesia.

Ericsson menyebutkan konektivitas sudah menjadi kebutuhan mendasar di era digital seperti sekarang, baik untuk kelangsungan bisnis saat bekerja atau belajar online seperti pandemi COVID-19 saat ini.

Berdasarkan Ericsson ConsumerLab, The Future Urban Reality, konsumen rata-rata online selama tiga jam lebih lama setiap harinya atau sekitar 8 jam 45 menit per hari. Lebih dari separuh waktu yang digunakan untuk online dilakukan melalui smartphone.

Country Head Ericsson Indonesia Jerry Soper menuturkan Untuk mengatasi pertumbuhan data yang cepat dan mengurangi biaya per GB, kita memerlukan teknologi yang lebih baik dan transisi ke teknologi 5G dengan mudah dan lancar.

"Teknologi 5G yang cepat, andal, dan responsif, akan membuka peluang transformatif baru bagi Indonesia," ucapnya.

Selain itu, di Indonesia, Ericsson mengungkapkan, sudah ada landasan kuat untuk penerapan 5G. Ada 19% pengguna smartphone di perkotaan yang mendukung 5G, di mana sekitar lima juta pengguna akan beralih ke 5G dalam dua tahun pertama setelah jaringan 5G tersedia secara komersial.

Pun saat ini, pengguna device 5G-ready sudah menghabiskan waktu untuk aplikasi AR selama tiga jam lebih banyak per minggu dan pada enhanced media 1,5 jam lebih banyak per minggu dibandingkan dengan pengguna 4G.

Uji Kualitas Jaringan 5G di SoloTeknologi 5G memungkinkan bermain game jadi lebih imersif. Foto: Aisyah Kamaliah/detikcom

Pada 2025, konsumen di Indonesia diperkirakan akan menghabiskan 7,5 hingga 8 jam seminggu untuk cloud gaming dan aplikasi AR atau VR.

Dampak pandemi juga telah meningkatkan kebutuhan akan 5G dengan kualitas lebih baik di dalam ruangan. Dengan minat tinggi terhadap home broadband 5G dan 25% pengguna menganggap Akses Nirkabel Tetap (Fixed Wireless Access/FWA) sangat relevan, FWA menjadi peluang besar untuk 5G di negara ini.

Calon pengguna awal (early adopter) 5G di Indonesia pada dasarnya mencari tiga hal, kecepatan lebih tinggi, jaringan yang terpercaya, dan inovasi. 4 dari 5 mengharapkan kecepatan 5G lebih tinggi sementara sekitar 3 dari 5 mengharapkan jaringan aman.

Pada saat sama, konsumen bersedia membayar 50% lebih banyak untuk paket 5G, yang digabung dengan layanan digital, misalnya, 70% berpendapat bahwa pengalaman olahraga dan konser di lokasi langsung (in-venue) 5G sepadan dengan uang yang mereka keluarkan.

Dengan kata lain, peningkatan pendapatan terbesar untuk penyedia layanan komunikasi masih akan didapatkan dari penggabungan layanan digital dengan tarif 5G untuk meyakinkan konsumen tentang nilai platform jaringan 5G.

Ericsson sebagai perusahaan teknologi global, akan terus berinvestasi dalam inovasi teknologi 5G dan membangun ekosistem 5G mendukung transformasi digital di Indonesia.

"Sejalan dengan program pemerintah untuk mempercepat transformasi digital di Indonesia, kami, Ericsson, berkomitmen untuk terus mendukung pemerintah guna memperluas jangkauan dan kapasitas jaringan yang kuat seraya memastikan Indonesia tetap terdepan dalam pengembangan 5G," pungkasnya.



Simak Video "Jaringan 5G di Denpasar Capai 613 Mbps"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fyk)