Ketahui Fakta di Balik Mitos Soal Jaringan 5G

Ketahui Fakta di Balik Mitos Soal Jaringan 5G

Jihaan Khoirunnisaa - detikInet
Senin, 24 Mei 2021 11:34 WIB
Ilustrasi 5G
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Telkomsel digadang-gadang bakal menjadi yang terdepan dalam menggelar layanan 5G secara komersial di Indonesia. Kabarnya, operator seluler yang identik dengan warna merah ini akan segera mengumumkan layanan jaringan generasi kelima tersebut usai melewati tahapan Uji Layak Operasi (ULO) 5G di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Kehadiran teknologi jaringan 5G tentu akan membawa dampak positif bagi masyarakat. Dengan kecepatan dan data rate yang tinggi, jaringan 5G bisa memenuhi kebutuhan gaya hidup serba digital di masa kini. Pengguna dapat menonton video streaming dengan lebih lancar, bahkan bisa bermain games tanpa halangan.

Kendati demikian, rupanya masih banyak masyarakat yang belum familiar dan paham sepenuhnya tentang 5G ini. Bahkan, terdapat berbagai macam mitos yang beredar seputar 5G yang belum terbukti kebenarannya. Apakah mitos tersebut benar adanya? Berikut ulasannya seperti dilansir dari laman resmi Telkomsel, Senin (24/5/2021).

5G Bikin Boros Kuota Internet, Masa Sih?

Dengan kualitas dan latensi yang jauh lebih cepat, tidak sedikit pengguna yang khawatir penggunaan jaringan 5G membuat paket internet dan pulsa menjadi boros. Padahal tidak sepenuhnya benar karena hal ini bergantung pada masing-masing pengguna.

Teknologi 5G membawa pengalaman yang lebih tinggi daripada generasi sebelumnya dengan menyuguhkan koneksi data yang cepat. Semakin cepat koneksi data, maka akan semakin besar pula akumulasi data yang dikonsumsi.

Supaya tidak boros, pengguna bisa mengubah setting kualitas video streaming dari Full HD menjadi standar. Atau bisa juga melakukan penyesuaian kualitas grafis saat bermain games.

Mitos Sinyal 5G Bisa Lacak Posisi Orang Lain

Muncul anggapan bahwa dengan mengaktifkan sinyal 5G pengguna bisa mengetahui dan melacak posisi orang lain. Sayangnya hal ini tidak benar. Sebab pengguna hanya bisa melihat posisi orang lain apabila orang tersebut membagikan titik lokasinya lewat aplikasi. Misalnya saja dengan fitur share location. Atau cara lain yang memungkinkan aplikasi untuk mengetahui lokasi pengguna.

5G Katanya Mengganggu Kesehatan? Nyatanya...

Seperti halnya teknologi seluler sebelumnya, jaringan 5G juga mengandalkan sinyal yang dibawa oleh gelombang radio atau radiofrequency electromagnetic fields (EMF). Gelombang ini sama dengan yang digunakan pada televisi dan radio. Padahal menurut keterangan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) sampai dengan saat ini tidak ada penelitian yang menunjukkan adanya bahaya yang ditimbulkan paparan frekuensi radio terhadap kesehatan tubuh manusia.

5G Sebabkan COVID-19? Nggak Lho!

Tahun lalu sempat beredar unggahan di media sosial yang menunjukkan adanya kaitan antara jaringan 5G dan wabah virus Corona. Video tersebut sempat ramai di Facebook, YouTube, serta Instagram. Bahkan ikut diposting oleh akun yang telah terverifikasi dan punya ratusan ribu pengikut. Terkait hal ini ternyata teknologi jaringan 5G terbukti tidak menyebarkan virus Corona, tidak pula menyebabkan COVID-19. Sebab sebuah virus tidak bisa menyebar melalui gelombang radio, melainkan lewat droplets.

Faktanya

Kabar yang beredar soal 5G di atas hanya mitos belaka karena tidak terbukti kebenarannya. Terlepas dari itu, kehadiran teknologi 5G di sebuah negara justru akan membuka banyak peluang dan pengalaman baru.

Jaringan super cepat 5G ini bisa dibilang memiliki kapabilitas yang lebih utuh dan mumpuni dibandingkan generasi sebelumnya sehingga mampu menjawab berbagai kendala dalam hal bandwidth, latensi, dan konektivitas.

Bicara soal kecepatan data, secara teori 5G dapat mencapai peak data rate hingga 20 kali lebih cepat dari 4G, yaitu 20 Gbps. Kemudian, 5G mempunyai latensi lebih rendah rendah sebesar 1ms atau sekitar 10 kali lebih rendah dibandingkan jaringan 4G. Hal tersebut membuat 5G mampu menghadirkan akses yang lebih instan, khususnya pada pemanfaatan jaringan secara real-time.

Selain itu, 5G juga didesain untuk mengakomodasi connection density pada 1 juta perangkat/km2, atau 10 kali lebih banyak dari 4G.

Adanya teknologi jaringan seluler 5G dinilai membawa dampak besar dalam mentransformasi kehidupan masyarakat lewat beberapa kategori inovasi utama. Inovasi di lini enhanced Mobile Broadband (eMBB) memungkinkan Anda untuk menikmati pemanfaatan teknologi yang lebih matang di berbagai sektor, mulai dari video streaming berkualitas tinggi, virtual reality (VR), augmented reality (AR), hingga cloud gaming.

Lalu pada Ultra-Reliable and Low Latency Communications (uRLLC), jaringan 5G mendorong akselerasi transformasi industri karena bisa membantu para pelaku industri dalam meningkatkan produktivitas, efektivitas, efisiensi, dan presisi di setiap kegiatan operasionalnya. Misalnya saja dalam menyediakan layanan kesehatan jarak jauh, termasuk remote surgery, serta wireless automation di kawasan industri yang mencakup remote controlling machinery, smart surveillance, dan smart factory.

Tidak hanya itu saja, penerapan teknologi 5G dinilai bermanfaat bagi pengembangan smart farming dan smart agriculture, serta mendorong pengembangan smart city.

Seperti diketahui, Telkomsel kini tengah berupaya mengembangkan teknologi jaringan 5G di RI. Selain melakukan ULO di Kominfo, Telkomsel juga menggandeng sejumlah mitra strategis dan pemangku kepentingan dalam pengembangan layanan 5G agar bisa segera dinikmati masyarakat.



Simak Video "Pekan Ini Jaringan 5G Telkomsel Bisa Dinikmati di Kota Berikut"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/fay)