Mengenal Agree, Cara Telkom Cetak Petani Modern dan Raup Cuan

Mengenal Agree, Cara Telkom Cetak Petani Modern dan Raup Cuan

Agus Tri Haryanto - detikInet
Minggu, 09 Mei 2021 16:12 WIB
Di bulan Ramadhan, para petani di Cileungsi, Kabupaten Bogor, tetap beraktivitas normal. Mereka mencangul dan lain-lainnya dalam keadaan berpuasa.
Ilustrasi petani (Foto: Rengga Sencaya/detikcom)
Jakarta -

Sebagai negara agraris, Indonesia akan semakin maju bila dipadukan dengan pemanfaatan teknologi. Hal itu yang tampaknya ingin dilakukan Telkom dengan mencetak petani yang melek digital.

Upaya itu diwujudkan dengan kehadiran Agree sebuah aplikasi agregator agribisnis besutan Digital Next Business (DXB) Telkom.

CEO & Product Manager Agree Baskara Widhi mengatakan perbedaan Agree dengan pemain lain yang tidak hanya bermain di sisi hulu (pendanaan) atau hilir (marketplace). Agree justru berada di tengah-tengahnya, yakni penyedia platform ekosistem kemitraan agrobisnis, sehingga potensial diserap pasar lebih luas.

"Aplikasi Agree bisa memantau proses pembiayaan dan transaksi para pelaku agribisnis. Data ini yang kemudian bisa dimanfaatkan dengan sinergi BUMN, seperti Bank Mandiri. Semuanya terekam di sistem, sehingga memudahkan pengambilan keputusan," tutur Baksara dalam siaran persnya, Minggu (9/5/2021).

Agree dari Telkom fokus di digitalisasi, Bank Mandiri dari sisi pembiayaan, pupuknya dari PT Pupuk Indonesia, dan hasil panen nanti akan dijual ke Mitra Desa Pamarican, anak usaha dari BUMN PT Mitra BUMDes Nusantara.

Agree memiliki fitur andalan berupa layanan Agree Partner yang memungkinkan memantau proses pertanian dari hulu ke hilir. Ada pula fitur Agree Modal terkait pengajuan permodalan ke Bank, dan Agree Market untuk memfasilitasi penjualan pertanian.

Lewat aplikasi agregator agribisnis Agree, Telkom siap cetak petani modern yang melek teknologi, sehingga bisa meraup cuan.Lewat aplikasi agregator agribisnis Agree, Telkom siap cetak petani modern yang melek teknologi, sehingga bisa meraup cuan. Foto: Aplikasi Agree

Terhitung ada 15 ribu pendaftar dengan pengguna aktif di kisaran 1.000 mitra petani yang memanfaatkan layanan dari Agree. Baskara mengatakan mereka menggunakan aplikasi guna memantau proses agribisnis, seperti pendaftaran kemitraan, pencatatan aktivitas budidaya, pengajuan modal, dan transaksi ke offtaker/pembeli grosir.

"Saat ini, layanan kami ada di 30 sentra pertanian Indonesia, mulai dari Sumatera Utara, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Kami dalam waktu dekat akan perluas ke Garut untuk komoditas cabai, Malang untuk kopi, dan Tange Aceh juga untuk kopi," ucapnya.

Disampaikannya, Telkom menargetkan perluasan hingga 35 titik sentra pertanian di seluruh Indonesia sampai pertengahan 2021 ini.

Selain memperluas layanan Agree di berbagai titik, Baksara mengungkapkan ke depannya akan menerapkan sistem berbagi hasil per transaksi maupun biaya berlangganan kepada offtaker. Untuk sekarang, fokusnya adalah memperkenalkan aplikasi di tengah belum semua petani/peternak/pekebun merubah pola aktivitasnya.

"Kolaborasi ekosistem ini sebenarnya memberi banyak kepastian kepada pelaku usaha dibandingkan pola konvensional yang ditekan oleh tengkulak. Tinggal kami biasakan mereka agar terbiasa merubah kebiasaan dengan bekerja lebih cerdas dan terhubung ekosistem," pungkasnya.



Simak Video "IndiHome Dilaporkan Lemot Lagi, Apa Penyebabnya Kali Ini?"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)