Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Jababeka Jadi Pilot Project Cyber City

Jababeka Jadi Pilot Project Cyber City


- detikInet

Jakarta - Kawasan industri Jababeka akan menjadi pilot project Cyber City. Hal itu diungkap oleh Giri Suseno, Komisaris Utama PT Jababeka Tbk., dalam dialog nasional yang bertemakan 'Meningkatkan Daya Saing Industri Nasional Melalui Pengembangan Infrastruktur Teknologi Informasi' di Hotel Gran Melia, Jakarta, Selasa (07/03/2006). Giri Suseno, yang sehari-harinya juga menjadi Ketua Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), mengatakan tingkat persaingan yang semakin tajam menuntut industri agar bisa melakukan inovasi baru demi tetap bersaing, termasuk dari sisi infrastruktur TI (Teknologi Informasi). "Atas dasar itulah kawasan industri Jababeka kini tengah menjadi pilot project untuk merealisasikan Cyber Industrial Estate bahkan Cyber City," kata Giri. Menurutnya, proyek itu didukung oleh PT Indonesia Coments Plus (ICON+) sebagai penyedia layanan jaringan berbasis fiber optic. Cyber City tersebut akan terletak di kawasan tata ruang Kabupaten Bekasi, dengan luas area fase pertama 790 Ha. Menyusul fase kedua 250 Ha, ketiga 300 Ha, dan keempat 230 Ha. Jumlah tenants di wilayah itu ada 1.115 factory, 392 di antaranya bermodal asing. Giri mendefinisikan Jababeka Cyber City sebagai Intelligent City yang memanfaatkan TI dan telekomunikasi dalam kehidupan keseharian, bisnis, belajar, kesehatan, serta rekreasi. Persediaan bandwidth yang tersedia untuk Jababeka Cyber City adalah sebesar 8 Mbps yang disediakan oleh tiga service provider pada 2006 ini. Sebelumnya ada bandwidth 512 Kbps yang dibagipakai dengan empat pengguna lainnya. Namun ukuran itu belum cukup dengan jumlah industri dan kegiatan pendukung, karena yang dibutuhkan adalah bandwidth dengan ukuran gigabit per detik. Sekadar perbandingan, ujar Giri, proyek Cyber Jaya di Malaysia dipersiapkan kemampuannya sebesar 2,5 - 10 Gbps. Di Cyber Jaya dipersiapkan area 2800 Ha, dan akan dibangun sampai tahun 2020 dalam empat fase. Tahap pertama Cyber Jaya mencapai kurang lebih 1500 Ha. Hal itu, ujar Giri, tidak jauh berbeda dengan rencana Jababeka Cyber City. Dengan diperhitungkan MM2000, Lippo, Egip, dan Delta Mas maka luas areal tersebut cukup memadai untuk konsep Cyber City.Untuk mewujudkan Jababeka Cyber City, ujar Giri, dibutuhkan visi masa depan yang kuat dan kemauan politik dari Jababeka, Pemerintah Pusat dan Daerah, serta masyarakat. Hal lain yang juga dibutuhkan adalah perencanaan yang matang, pembangunan infrastruktur yang kuat dan handal. "Tidak boleh tanggung-tanggung. Musti state of the art, reliable, dan high capacity," ujar Giri.Untuk selanjutnya, Jababeka Cyber City oleh Giri dianggap perlu melibatkan berbagai pihak. Ini termasuk pengusaha dan para pejabat. "Oleh karena itu perlu dihapuskan ego perorangan, harga diri yang berlebihan, dan mengejar personal glory. Karena pada akhirnya kita ini hanya baut-baut kecil dalam satu mesin yang besar," ujarnya. Cyber City, jelas Giri, membutuhkan infrastruktur, perangkat lunak, serta sumber daya manusia. Untuk infrastruktur, Jababeka Cyber City menggandeng ICON+. Dalam hal penyediaan jaringan infrastruktur TI ICON+ sudah bekerjasama dengan berbagai pengelola kawasan industri lain. Ini termasuk Pulogadung Industrial Estate, KIIC Karawang, MM2000 Industrial Estate. Diskusi tersebut dihadiri juga oleh pengamat telematika Roy Suryo, Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) Johannes Archiadi, serta Presiden Direktur ICON+ D. Rochkadar Sukada. (wsh) (wicak/)






Hide Ads