Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
PLN 'Malu-Malu Kucing' Rambah Layanan Telepon

PLN 'Malu-Malu Kucing' Rambah Layanan Telepon


- detikInet

Jakarta - Lewat teknologi, jaringan listrik bisa jadi jaringan telepon. Maka lewat ICON+, PLN pun bisa menyaingi Telkom sebagai penyedia telepon. Tapi kok masih 'malu'?Perusahaan Listrik Negara (PLN) memiliki perpanjangan tangan bernama ICON+ (PT Indonesia Comnets Plus). Anak perusahaan yang bergerak di bidang telematika itu lebih dikenal sebagai penyedia jaringan tertutup berbasis kabel listrik (power line carrier). Dari sisi teknologi, rupanya ICON+ sanggup menyediakan layanan telepon lokal berbasis kabel listrik dan teknologi Voice over Internet Protocols (VoIP). "Ya siap. Persiapannya? Kami sekarang tidak mau lagi memakai teknologi yang lama. Kami sekarang langsung masuk ke New Generation Network (NGN) dan IP Based Network. Tidak lagi memakai teknologi switching seperti yang ada saat ini," ujar Presiden Direktur ICON+, D. Rochkadar Sukada, kepada wartawan seusai acara dialog nasional dan pergantian logo ICON+ di Hotel Gran Melia, Jakarta, Selasa (07/03/2006). Namun untuk memasuki bisnis telepon tetap, ICON+ mengaku masih belum bisa. "Ceritanya masih panjang. Ternyata tak semudah yang diperkirakan untuk mendapatkan lisensi jaringan tetap lokal," ujar Rochkadar. "Ada berbagai masalah yang saya kira harus dipertimbangkan matang-matang oleh pemerintah. Karena, misalnya, apakah incumbant mau begitu saja memberikan kesempatan pada ICON+ yang sudah memiliki infrastruktur jaringan akses pada kustomer?" ia menambahkan. Padahal, untuk menggelar layanan telepon secara nasional pun Rochkadar mengaku ICON+ siap. "Nasional pun kita siap, karena kita pakai VSAT. Dan VSAT kita sudah berbasis IP. Terus untuk lokalnya, kita bisa pakai berbagai teknologi," jelasnya. Sebagai tambahan, sejak Desember 2005 ICON+ bahkan telah resmi mengantungi izin Internet Teleponi untuk Keperluan Publik (ITKP). 'Malu-Malu Kucing'Sikap 'malu-malu kucing' ICON+ makin ditegaskan dengan adanya memorandum of understanding (MoU) antara PT Telkom dengan PLN sebagai induk ICON+. MoU tersebut, ujar Rochkadar, terkait dengan penggunaan infrastruktur kedua belah pihak. Menurut Rochkadar, belum ada kesepakatan lebih lanjut dari Mou tersebut. Namun pembicaraan awal yang sudah tercakup adalah soal pemanfaatan infrastruktur non-jaringan untuk co-location. "Misalnya, di gardu kami (PLN-red) bisa dijadikan terminal shelter untuk BTS (base transceiver station-red)," ia menyebutkan. Bahkan Rochkadar menyiratkan Telkom dan PLN tak akan bersaing melainkan akan bekerjasama. "Saya kira kita (PLN dan Telkom-red) agak berbeda. Menurut saya sih tidak akan head to head. Malah Telkom akan merasa beruntung kalau bergabung dengan ICON+," ujarnya. "Ya boleh dikatakan bukan kompetisi. Kalau kompetisi bisa hancur-hancuran," Rochkadar menambahkan. Rochkadar mengandaikan, bisnis telepon ICON+ akan besar jika setiap pelanggan PLN diberi pesawat telepon (untuk layanan lewat infrastruktur listrik-red) gratis. "Apalagi kalau bicara VoIP, maka tak ada lagi SLJJ, alias (tarifnya) flat-rate," ujarnya. Saat ini ada sekitar 34 juta pelanggan PLN. (wsh) (wicak/)




Hide Ads