Alasan Indosat Ooredoo Pamit Duluan di Lelang Frekuensi 5G

Alasan Indosat Ooredoo Pamit Duluan di Lelang Frekuensi 5G

Agus Tri Haryanto - detikInet
Jumat, 16 Apr 2021 14:22 WIB
Indosat Ooredoo
Foto: Indosat Ooredoo
Jakarta -

Indosat Ooredoo menyatakan mundur dari persaingan memperebutkan blok kosong di lelang frekuensi 2,3 GHz di rentang 2.360-2.390 MHz. Mengapa demikian?

Di edisi lelang frekuensi 2,3 GHz tahun 2020 sebelumnya, Indosat Ooredoo mengundurkan diri. Meski sudah sampai pada tahap pengumuman pemenang, proses tender tersebut dibatalkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Langkah yang tak jauh berbeda ditempuh Indosat Ooredo pada lelang frekuensi 2,3 GHz kali ini. Sempat masuk ke sebagai peserta lelang dari lima operator seluler yang ikut serta, anak perusahaan Ooredoo Group itu memilih untuk tidak meneruskan lelang frekuensi bersama dengan Hutchison 3 Indonesia (Tri).

"Indosat Ooredoo menyampaikan tidak melanjutkan partisipasinya dalam lelang frekuensi 2,3 GHz," ujar SVP-Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Steve Saerang saat dihubungi detikINET, Jumat (16/4/2021).

Sebagaimana dijelaskan Steve, Indosat Ooredoo akan fokus kepada peningkatan kualitas layanan kepada para pelanggannya dengan alokasi spektrum yang dimiliki sekarang.

"Yang terus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia saat ini akan jaringan 4G berkualitas video dikombinasikan dengan produk yang simple, relevan, dan transparan," sambungnya.

Walau pamit duluan di lelang frekuensi 2,3 GHz, operator seluler yang identik warna kuning dan merah ini tetap berkomitmen mendukung pemerintah yang tengah kebut transformasi digital.

"Indosat Ooredoo berkomitmen penuh untuk terus mendukung usaha pemerintah dalam transformasi digital Indonesia," pungkasnya.

Pada pertengahan Maret lalu, Kominfo membuka lelang frekuensi 2,3 GHz untuk untuk mengoptimalkan potensi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) khususnya dari Biaya Hak Penggunaan (BHP) spektrum frekuensi radio. Selain itu, tujuan strategisnya adalah mendorong 4G dan 5G.

"Mendorong akselerasi penggelaran infrastruktur jaringan bergerak seluler dengan teknologi generasi keempat (4G/LTE) dan jika memungkinkan juga terimplementasikannya teknologi generasi kelima (5G/IMT- 2020)," kata Kominfo.

Seleksi ini terbuka untuk semua operator. Objek Seleksi pada pita frekuensi radio 2,3 GHz terdiri atas 3 blok pita frekuensi radio di dalam rentang 2.360-2.390 MHz dengan lebar pita masing-masing blok adalah 10 MHz. Peserta seleksi bisa menawar 1-3 blok yang diminati.



Simak Video "Kominfo Batal Lelang Frekuensi untuk 5G, Ini Respons Smartfren"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)