Indosat Kebut Pemulihan Jaringan di NTT

Indosat Kebut Pemulihan Jaringan di NTT

Rachmatunnisa - detikInet
Kamis, 08 Apr 2021 07:59 WIB
Foto udara situasi terakhir kerusakan yang diakibatkan banjir bandang di Waiwerang, Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Selasa (6/4/2021). Berdasarkan data pemerintah setempat hingga Selasa siang, sebanyak 50  orang meninggal dunia, 29 orang masih hilang, dan ratusan warga mengungsi akibat banjir yang terjadi pada Minggu (4/4). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.
Foto: ADITYA PRADANA PUTRA/ADITYA PRADANA PUTRA
Jakarta -

Sejumlah Base Transceiver Station (BTS) Indosat Ooredoo terdampak banjir dan longsor yang melanda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemulihan jaringan pun dikebut agar segera bisa berfungsi normal.

"Indosat Ooredoo menyampaikan bahwa beberapa BTS kami di sekitar wilayah bencana di Nusa Tenggara Timur masih terkena imbas gangguan pasokan listrik," kata SVP Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Steve Saerang kepada detikINET, Kamis (8/4/2021).

"Tim operasional terus melakukan usaha dengan intensif untuk mengembalikan layanan dan kami juga melakukan pemantauan melalui Indosat Ooredoo Network Operation Center (INOC) untuk memastikan pelanggan mendapatkan pengalaman terbaik menggunakan layanan telekomunikasi Indosat Ooredoo," sambungnya.

Ditambahkan Steve, Indosat Ooredoo juga memberikan bantuan tanggap darurat melalui mobil klinik berupa obat2an dan sembako di 3 wilayah di Kupang, Adonara, dan Bima untuk meringankan beban korban bencana.

Sebelumnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melaporkan, dampak banjir dan longsor yang terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) melumpuhkan akses layanan telekomunikasi. Setidaknya, ada 102 site yang terdampak bencana ini.

Monitoring infrastruktur dan layanan telekomunikasi dilakukan di wilayah terdampak bencana di Kabupaten Malaka, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Lembata, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Kupang, dan Kota Kupang yang berada di Provinsi NTT, serta Kabupaten Bima yang berada di Provinsi NTB.

Bencana banjir di Kabupaten Malaka terjadi sejak hari Jumat (2/4) lalu. Sementara itu, banjir bandang dan longsor menimpa wilayah Kabupaten Bima pada hari Sabtu (3/4), tepatnya pada pukul 15.00 WITA.

Pada Minggu (4/4) esok harinya, bencana serupa juga menimpa wilayah Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Lembata, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Kupang, dan Kota Kupang pada dini hari 01.00 WITA.

Kejadian ini mengakibatkan aliran listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN) terputus sehingga menyebabkan beberapa site Base Transceiver Station (BTS) seluler mengalami down service dan tidak dapat berfungsi.

Hasil monitoring operator seluler sampai dengan hari Senin (5/4) pukul 11.00 WIB menunjukkan ada 98 site yang terdampak (down) dari 2.638 site eksisting di Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Malaka, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Kupang, dan Kota Kupang, Provinsi NTT. Di Kabupaten Bima, Provinsi NTB, ada sekitar 4 site yang terdampak dari 663 site eksisting.



Simak Video "Update Korban Banjir di NTT: 179 Tewas, 46 Hilang"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/agt)