Proyek Kabel Laut RI-Amerika, Asosiasi Ingin Terlibat Aktif

Proyek Kabel Laut RI-Amerika, Asosiasi Ingin Terlibat Aktif

Agus Tri Haryanto - detikInet
Sabtu, 03 Apr 2021 06:46 WIB
Telkom
Foto: Telkom
Jakarta -

Asosiasi Sistem Komunikasi Kabel Laut Seluruh Indonesia (Askalsi) menanggapi soal rencana penggelaran kabel bawah laut yang menghubungkan Amerika Utara dan Indonesia.

Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) itu dilakukan dua perusahaan raksasa teknologi, yaitu Facebook dan Google. Mereka kemudian menggandeng perusahaan telekomunikasi dalam menggarap proyek tersebut, XL Axiata, Telin, dan Keppel.

Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga Askalsi, Eky S Pratomo-Tedjo mengatakan pada dasarnya Askalsi menyambut baik jalan tol internet garapan Facebook-Google itu.

"Namun berharap agar pihak Google dan Facebook memberikan peluang kemitraan yang signifikan kepada para anggota Askalsi," kata Eky saat dihubungi detikINET.

Askalsi mengungkapkan bahwa permintaan terkait kabel bawah laut di Indonesia merupakan salah satu yang tertinggi di dunia, yakni berada di nomor lima.

"Jangan sampai para anggota Askalsi hanya mendapatkan kue bisnis yang sangat kecil atau bahkan lebih parah lagi, dibiarkan hanya menjadi penonton," tambahnya.

Sebagai informasi, anggota Askalsi terdiri dari Telkom, Telin, Indosat, XL Axiata, Moratel, Palapa Ring Barat, Palapa Ring Tengah, Palapa Ring Timur, JMP, Pgascom, NAP Info, SSO, dan Mega Akses Persada.

Sementara itu, dalam proyek SKKL ini digendeng perusahaan telekomunikasi regional. Google bekerjasama dengan XL Axiata untuk menggelar Echo. Lalu, Facebook bermitra dengan Telin yang merupakan anak perusahaan Telkom dan Keppel, membangun Bifrost.

"Iya betul (ada Telin dan XL), namun perusahaan yang kecil-kecil ini tidak tersentuh sama sekali. Google dan Facebook bisa mencari cara kreatif untuk memberikan manfaat bagi yang kecil-kecil juga. Misalnya, Google dan Facebook menyewa kabel milik para anggota Askalsi," tuturnya.

Eky mengatakan kapasitas kabel yang sudah tergelar milik perusahaan dalam negeri, dinilai masih sangat cukup untuk menyalurkan kebutuhan lalu lintas internet di Indonesia. Hal itu yang dikritik Askalsi agar Facebook-Google menyewa kabel bawah laut kepunyaan anggota Askalsi.



Simak Video "Facebook Kembangkan Smartwatch Pertamanya"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)