Lawan Corona, Telkom Kerahkan Robot RAMA

Lawan Corona, Telkom Kerahkan Robot RAMA

Agus Tri Haryanto - detikInet
Jumat, 11 Des 2020 22:08 WIB
Proses dekontaminasi jadi kegiatan yang rutin dilakukan para petugas medis usai melakukan kontak langsung dengan pasien positif COVID-19. Seperti apa prosesnya?
Foto: Pius Erlangga/Detikcom
Jakarta -

Pandemi virus Corona (COVID-19) yang masih belum berakhir, Telkom pun mengeluarkan jurus inovasi terbarunya dengan mengerahkan Robot Asisten Medis Autonomous (RAMA) untuk menangani COVID-19 di Indonesia.

Telkom Digital Next Business (DXB) bekerjasama Politeknik Negeri Semarang (Polines) menyerahkan inovasi pandemi berbentuk robot RAMA kepada Pemerintah Kota Semarang.

Direktur Digital Business Telkom Fajrin Rasyid mengatakan, Telkom selalu berkomitmen dalam penanganan COVID-19 di Indonesia, antara lain selalu terbuka untuk melakukan kerjasama riset dengan instansi-instansi pendidikan, sehingga hasil karyanya bisa bermanfaat, khususnya dalam rangka digitalisasi di Tanah Air.

"Dalam pengembangan robot RAMA, sistem mekanik robot dikembangkan Tim Polines, sedangkan tim kami membantu dalam pembuatan platform komunikasi video peer-to-peer dari paramedis ke pasien. Hasilnya, petugas medis dan pasien bisa berkomunikasi via video conference secara lokal melalui perangkat tablet yang diletakkan di kepala robot," tutur Fajrin dalam keterangan tertulisnya.

Menurut EVP DXB Joddy Hernady, pihaknya perlu berkontribusi digitalisasi yang riil pada masa pandemi ini, dikarenakan banyaknya tenaga medis, baik dokter dan perawat, yang gugur bertugas setelah melayani pasien Corona.

Telkom mengeluarkan jurus inovasi terbarunya dengan mengerahkan Robot Asisten Medis Autonomous (RAMA) untuk menangani COVID-19 di Indonesia.Telkom mengeluarkan jurus inovasi terbarunya dengan mengerahkan Robot Asisten Medis Autonomous (RAMA) untuk menangani COVID-19 di Indonesia. Foto: Telkom

RAMA yang diserahkan adalah bentuk purwarupa kedua yang dibangun Tim Lab Teknik Elektro Polines yang dikepalai Dr. Amin Suharjono, yang sejak awal pandemi telah bekerja keras membangun robot tersebut.

Dalam menangani pandemi, robot Rama memiliki fungsi untuk mengantar obat-obatan, makanan, dan peralatan yang diperlukan dari dokter ke kamar pasien di tempat isolasi, karena kontak paramedis dan pasien harus seminimal mungkin.

RAMA dikendalikan remote control oleh petugas medis sehingga bisa meluncur ke kamar pasien, dan nantinya bisa komunikasi secara video conference agar dokter bisa mengetahui kondisi pasien.

Supriyadi mengungkapkan robot tersebut sebagai bentuk sumbangsih dunia pendidikan untuk dunia kesehatan khususnya Dinkes Semarang yang telah bekerja keras dalam penanganan COVID-19.

"Kami juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Telkom DXB yang bersedia membantu dan berkolaborasi dalam pembuatan RAMA ini," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Pemkot Semarang dr. Abdul Hakam mengapresiasi robot RAMA yang diterimanya dan diharapakan untuk mendukung tugas-tugas paramedis di tempat isolasi pasien di rumah dinas Walikota Semarang.

Polines sudah mendapatkan beberapa pesanan dari instansi-instansi kesehatan lainnya agar robot ini bisa diproduksi lebih banyak untuk pemanfaatan yang lebih luas.

Robot tersebut sebelumnya pertama kali diperkenalkan kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di rumah dinasnya, Minggu (19/7) lalu.



Simak Video "Alat-alat Telkom di Jambi Dicuri Security-Karyawannya Sendiri"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)