Hambatan Implementasi Rumah Digital di Indonesia
- detikInet
Jimbaran -
Intel menganggap Indonesia hingga hari ini, Senin (30/01/2006), belum sanggup mengimplementasikan teknologi terbarunya, ViiV, untuk rumah digital. Setidaknya sampai dua masalah di Indonesia terselesaikan.Hal itu sempat diutarakan PR Manager Intel untuk kawasan Regional Asia Tenggara, Norhizam Kadir dalam acara Intel Media Camp di Jimbaran, Bali, akhir pekan lalu."Ada dua syarat apabila Indonesia ingin mengimplementasikan rumah digital, infrastruktur untuk jaringan broadband dan ketersediaan konten lokal," kata Hizam di Hotel Intercontinental Bali.Apa pasal dua hal itu yang jadi penyebabnya? Menurut Hizam, Intel tak mau menjual perangkat yang tidak bisa dirasakan kegunaannya secara maksimum. Sedangkan platform rumah digital yang diusung Intel dalam teknologi ViiV, membutuhkan koneksi internet berkecepatan tinggi dan pita yang lebar untuk menghubungkan rumah itu dengan penyedia konten yang menawarkan pelbagai alternatif hiburan melalui siaran televisi berdefinisi tinggi.Bahkan ViiV ini disebut-sebut akan menggantikan beberapa fungsi televisi stand-alone. Semisal perekam video digital, pemutar DVD atau cable box. PC berplatform ViiV akan dikemas dengan prosesor Pentium D atau Pentium Extreme Edition Intel. Selain itu, PC berbasis ViiV itu memakai sistem operasi Windows XP Media Center Edition Microsoft. Ternyata tak hanya Indonesia yang dianggap Hizam belum mampu mengimplementasikan teknologi untuk rumah impian itu. Negara tetangga kita pun, Malaysia dan Singapura, disebut-sebut belum menuju ke arah itu."Singapura dan Malaysia belum punya dukungan untuk lokal konten. Padahal itu komponen utama yang perlu didahulukan," paparnya.Intel di 2006 ini baru akan memasarkan ViiV ke empat area, yakni Amerika Selatan dan Utara, Eropa, Timur Tengah dan Africa, Jepang dan Asia Pasifik non Indonesia, Malaysia, serta Singapura. Penjualan Viiv sendiri akan lebih dikonsentrasikan di negara yang dianggap pasar utama seperti China, Korea, dan Taiwan.WiMax dan 3G Bisa Jadi JawabanTeknologi berbasis microwave atau Worldwide Interoperability for Microwave Access (WiMax) dan teknologi seluler generasi ketiga (3G) dianggap bisa menjadi jawaban untuk bisa menghadirkan rumah digital."Selama itu bisa menghadirkan koneksi internet broadband, 3G atau WiMax bisa jadi jawaban," kata Hizam.Sementara di kesempatan yang sama, Country Manager Intel Indonesia Budi Wahyu Jati mengatakan WiMax bisa menjadi pengganti koneksi internet berbasis Asymmetric Digital Subscriber Line (ADSL).Namun sayangnya hingga saat ini izin dan alokasi frekuensi untuk WiMax belum juga turun. Sedangkan 3G sendiri baru akan menjalani proses lelang lisensi frekuensinya pada 7-8 Februari 2006. (rou)
(rouzni/)