Jurus Operator Biar Jaringan Nggak Lemot Saat PSBB Total

Jurus Operator Biar Jaringan Nggak Lemot Saat PSBB Total

Agus Tri Haryanto - detikInet
Jumat, 11 Sep 2020 11:00 WIB
Siswa siswi menggunakan fasilitas WiFi gratis saat mengikuti kegiatan pembelajaran jarak jauh di balai warga RW 05 Kelurahan Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta, Jumat (27/8/2020). WiFi gratis ini disediakan oleh swadaya warga RW 05 guna membantu anak-anak yang melakukan pembelajaran jarak jauh yang terkendala dengan kuota internet.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total akan dimulai pada 14 September. Bagaimana kesiapan jaringan dari para operator seluler menghadapi PSBB total yang diberlakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tersebut?

Para operator seluler mengatakan kesiapan jaringan mereka saat wilayah ibu kota negara Indonesia ini menerapkan PSBB total. Operator seluler yang dimaksud, yaitu Hutchison 3 Indonesia (Tri), Indosat Ooredoo, Smartfren, Telkomsel, dan XL Axiata.

Tentunya, kesiapan jaringan tersebut untuk mendukung para pelanggan melakukan aktivitas seperti Work From Home (WFH), Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau belajar online, hiburan digital, ataupun beribadah dari rumah.

Berikut pernyataan dan kesiapan dari masing-masing operator seluler:

Hutchison 3 Indonesia (Tri)

Wakil Presiden Direktur Tri M. Danny Buldansyah mengatakan bahwa pihaknya siap memberikan layanan optimal kepada masyarakat, baik untuk belajar, bekerja, beribadah dari rumah.

Kesiapan Tri menghadapi PSSB total kali ini, tak terlepas dari pengalaman PSSB sebelumnya, di mana Tri mengatakan telah berhasil mengantisipasi lonjakan trafik telekomunikasi di jaringannya.

"Kami akan terus meningkatkan upaya optimasi jaringan dan penambahan kapasitas yang terfokus pada daerah padat penduduk," ujarnya.

Tri juga disebutkan secara konsisten melakukan pemeliharaan jaringan, pembangunan infrastruktur BTS secara berkelanjutan, data center, serta pemanfaatan inovasi teknologi lainnya guna berikan kenyamanan berinternet pelanggan di masa pandemi.

"Kami juga telah memasang sumber daya listrik cadangan (back-up power supply) di semua BTS dan memasang teknologi pemindahan jalur yang disebut ASON pada jaringan fiber kami yang terus bertumbuh," ucap Danny.


Indosat Ooredoo

Menghadapi PSBB total yang diterapkan Pemprov DKI Jakarta pada 14 September, Indosat mengatakan telah menjaga kapasitas jaringan untuk mendukung WFH dan program pembelajaran jarak jauh, agar terlaksana dengan baik dan optimal.

Untuk menjaga kualitas jaringannya, Indosat Ooredoo Network Operating Center (INOC) dan Indosat Ooredoo Service Operating Center (ISOC) dimanfaatkan dalam melakukan monitoring dan kontrol jaringan selama 24 x 7 secara realtime untuk memastikan pelanggan merasakan pengalaman digital terbaik.

"INOC dan ISOC akan meningkatkan percepatan penyelesaian kendala sekaligus menjadi pusat koordinasi atau command center secara nasional," ujar SVP-Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Turina Farouk.

Selain itu, layanan pelanggan Indosat juga terus disiagakan untuk membantu kendala yang dihadapi saat ini. pelanggan dapat menghubungi berbagai media sosial dan saluran digital secara gratis, yakni melalui akun media sosial Indosat, aplikasi MyIM3, website, email, hingga saluran telepon ke *185#.


Smartfren

Begitu juga, Smartfren menyatakan kesiapannya dan terus mengoptimalkan network agar kinerjanya dapat mendukung skema PSBB dari pemerintah. Network Smartfren sudah 100% 4G, selalu dipantau secara intensif selama 24 jam dan dikelola secara dinamis, jadi menyesuaikan pergerakan kepadatan traffic.

"Selain itu kami terus melakukan proses optimasi network, untuk menjamin pelanggan bisa mendapatkan kualitas maksimal ketika WFH atau SFH menggunakan video conference," kata Munir Syahda Prabowo, VP Technology Relations & Special Project Smartfren.

Munir menjelaskan optimasi dilakukan dengan mengatur kembali route traffic data ke area-area yang memerlukan kapasitas lebih tinggi. Lalu, penyesuaian kapasitas network pada area yang low traffic seperti di area bisnis, perkantoran dan tempat wisata sesuai kebutuhan.

"Misalnya ketika PSBB 14 September 2020 nanti traffic lebih tinggi di area pemukiman karena WFH, maka kami melakukan penyesuaian kapasitas untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut," ujar Munir.