Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
BTS Kokoh Berdiri, Siswa-Siswi Tetap Gaptek

BTS Kokoh Berdiri, Siswa-Siswi Tetap Gaptek


- detikInet

Jakarta - Situasi di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, boleh dibilang ironis. BTS operator telekomunikasi kokoh berdiri sementara siswa-siswi sekolah tetap gagap teknologi (gaptek). Percut Sei Tuan hanya berjarak kurang lebih 10 kilimoeter dari Medan, Sumatera Utara. Namun kondisi teknologi informasi di daerah itu cukup menyedihkan. "Internet menghilang, dan komputer jadi barang yang terlalu mahal dan langka," ujar Bona Simanjuntak, aktivis Jaringan Informasi Sekolah (JIS), kepada detikinet, Kamis (22/12/2005). Sehari sebelumnya, Rabu (21/12/2005), Bona dan rekan-rekan menggelar training on trainers bagi guru-guru kawasan Deli Serdang di sebuah sekolah kejuruan (SMK) di Percut Sei Tuan. Rasio komputer dengan siswa di daerah tersebut, ujar Bona, mencapai 1:100. Artinya, satu komputer untuk melayani kebutuhan 100 siswa. "Siswa 1000 lebih dengan komputer 10 buah," kata Bona. Guru-guru di Percut Sei Tuan, menurut Bona, banyak yang terpaksa mengajar komputer dengan imajinasi dan penjelasan verbal saja. Ini dikarenakan tidak adanya fasilitas komputer sungguhan untuk digunakan anak murid. Padahal belajar komputer lebih efektif melalui praktek.BTS Kokoh Berdiri, Operator Tak Peduli?Namun hal yang paling ironis, ujar Bona, adalah fakta bahwa operator telekomunikasi seluler banyak mendirikan menara Base Transceiver Station (BTS) di kawasan tersebut. Salah satu operator bahkan menyewa lahan sekolah untuk mendirikan menara tersebut. "Ironis, sekolah ada tower (menyebut nama operator tertentu-red) tapi komputer nggak punya," keluh Bona. "Saya pikir, sudah saatnya itu provider harusnya mulai peduli sama sekolah. Apalagi menempatkan BTS di sekolah itu," Bona melanjutkan. Kepedulian operator, ujar Bona, bisa ditunjukkan dengan membantu memperbaiki kondisi sekolah yang ditumpangi menara BTS. "Sukur-sukur kalau bisa membantu mengadakan laboratorium komputer atau akses internet di sekolah itu," ia menambahkan. Masalahnya, ujar Bona, murid di sekolah yang ketempatan BTS itu pun masih gaptek. "Siswa nggak kenal apa itu komputer, apalagi tower itu," ujar Bona. Di kawasan Deli Serdang juga masih terjadi perilaku tak terpuji para penjual komputer. Salah satunya, seperti juga banyak terjadi di daerah lain, adalah komputer yang dijual dengan harga terlalu mahal.Bona menuturkan, ada supplier yang menjual komputer berbasis Pentium III dengan harga Rp 5 juta lebih. Padahal harga komputer tersebut menurutnya tak akan lebih dari Rp 2,5 juta. Di kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, menara-menara BTS operator 'mengangkangi' siswa-siswi sekolah. Adakah kepedulian operator? (wicak/)







Hide Ads