Rusia Siap Luncurkan Satelit di Indonesia
- detikInet
Jakarta -
Perjanjian antara pihak Indonesia dan Rusia dalam hal peluncuran satelit telah siap ditandatangani. Pulau Biak dinilai sebagai lokasi peluncuran yang ideal. Hal itu dikemukakan Duta Besar Rusia Mikhail M. Bely, dalam konferensi pers 'Russia in The Asia Pacific Region: Progress and Prospect', di Kedutaan Besar Rusia, Jl Kuningan, Jakarta, Selasa (20/12/2005). Menurut Mikhail perjanjian dalam bentuk Declaration in Outer Space, yang mengatur segala sesuatu yang bersifat teknis, telah siap untuk ditandatangani. Dua pihak yang akan menandatangani adalah Telkom dan sebuah perusahaan telekomunikasi terkemuka asal Rusia. Mikhail tidak merinci kapan perjanjian itu akan ditandatangani. Ia juga tidak menyebutkan perusahaan Rusia yang terlibat. Sebelumnya kedua belah pihak telah menandatangani Memorandum of Understanding soal penggunaan teknologi satelit di Indonesia. "Proyek ini merupakan proyek penting bagi kedua negara, karena nantinya keberadaaan satelit ini akan berguna untuk komunikasi di wilayah Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya," ujar Mikhail. Luncur di Udara, Bukan dari TanahPulau Biak, di kawasan utara Papua dianggap sebagai lokasi yang cocok unuk melakukan peluncuran satelit. Biak adalah pulau kecil namun memiliki bandar udara sendiri, yaitu Bandara Frans kaisepo. Selain itu Biak dipilih karena berada di garis khatulistiwa. Posisi di garis khatulistiwa, alias ekuator, tersebut akan memudahkan satelit untuk mencapai orbitnya.Mikhail mengungkapkan, rencananya satelit tidak akan diluncurkan dari permukaan tanah tetapi dari udara. Sebuah pesawat nantinya akan take off dari Biak, dengan memuat roket di dalamnya. Roket itu akan diluncurkan ketika pesawat berada di udara. Selama ini, hubungan dagang antara Rusia dan Indonesia cukup baik. Setiap tahunnya hubungan dagang itu menghasilkan surplus US$ 90 juta untuk Rusia. Jumlah itu tanpa menghitung perdagangan di bidang militer. Indonesia mengekspor barang-barang seperti rempah-rempah dan hasil pertanian. Sementara Rusia mengekspor komoditas seperti pupuk, barang elektronik, dan logam. Di bidang militer, Indonesia dan Rusia sedang membicarakan mengenai rencana Indonesia membeli peralatan pertahanan. Ini termasuk pesawat Sukhoi dan peralatan perang lainnya.
(wicak/)