Senin, 16 Mar 2020 20:15 WIB

Kominfo Dikritik Jangan Urusi Hoax Aja, Rilis Aplikasi Corona

Agus Tri Haryanto - detikInet
telko Kominfo Dikritik Jangan Urusi Hoax Aja, Rilis Aplikasi Corona. (Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET)
Jakarta -

Pemerintah dan juga Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dikritik lantaran terkesan gagap teknologi menghadapi merebaknya virus corona di Indonesia.

Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi mengatakan, seperti halnya Kominfo, ia menilai kementerian yang dinakhodai Johnny G Plate itu tak melulu mengurusi urusan hoax. Melainkan harus ada gebrakan yang memanfaatkan teknologi.

"Ini masalahnya, di tengah wabah Corona, tidak fokus itu sendiri. Padahal, apa kontribusi yang bisa dilakukan di sektor komunikasi dan informatika, sektor digital, dalam penyebaran virus Corona," kata Heru di Jakarta, Senin (16/3/2020).

Ia kemudian mencontohkan Korea Selatan yang pemerintahnya menyediakan aplikasi, di mana warga mereka bisa menggunakan untuk mendeteksi riwayat jejak orang yang positif COVID-19.

Kominfo Dikritik Jangan Urusi Hoax Aja, Rilis Aplikasi CoronaDirektur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi. Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET

"Misalnya di satu titik di mana orang terkena infeksi atau positif Corona, itu dikasih tanda. Jadi, orang yang mendekati wilayah tersebut diberi peringatan 'di sini ada korban Corona', sehingga orang bisa mencari rute lainnya," tuturnya.

"China, Singapura juga pakai aplikasi. Tiap orang sukerela, semacam kayak kita pakai Google Maps, jadi kita masuk (daerah) sana, kemudian misalnya terdeteksi Corona, tracing lebih gampang. Nah, di kita pemanfaatan TIK belum banyak," ungkap mantan Anggota BRTI ini.

Berkaca dari pengalaman negara-negara tersebut dalam menangani Corona, Heru mengatakan, seharusnya Kominfo juga melakukan hal yang demikian.

"Harus memang tugas dari ya teman-teman dari Kominfo khususnya, ini bagaimana bisa kembangkan. Antisipasi juga perkembangan work from home, belajar dari rumah, itu kesiapan jaringannya seperti apa, kemudian disiapkan aplikasi apa, koordinasi dengan Kemendikbud. Ini harus ada solusinya," pungkasnya.



Simak Video "Daftar 54 Hoax Mengenai Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)