Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Operator Tak Mau Repot Cek KTP

Operator Tak Mau Repot Cek KTP


- detikInet

Jakarta - Operator telekomunikasi keberatan jika pihaknya harus ikut melakukan validasi atas keabsahan KTP yang digunakan pelanggan saat registrasi kartu prabayar. Masalah KTP adalah urusan pemerintah. Hal itu diungkapkan Direktur Utama Indosat, Hasnul Suhaemi, seusai meresmikan Indosat Executive Lounge di Bandara Soekarno-Hatta, Terminal 2F, Cengkareng, Banten, Rabu (7/12/2005). "Kalau urusan KTP itu urusannya pemerintah. Kalau kita yang mesti urus itu, berat," ujar Hasnul. Saat ini Indosat sedang merumuskan cara registrasi prabayar yang terbaik, dari segi kemudahan maupun validitas. "Yang pasti, kita berusaha mencari data sebaik mungkin. Jangan ditambahkan beban kami dengan mengurusi validitas KTP," Hasnul menambahkan. Hasnul mengatakan pihaknya sebenarnya sudah berinisiatif mendata pelanggannya sejak jumlah pelanggan mencapai 7 juta. Hingga saat ini, pelanggan Indosat diklaim sudah mencapai 13,5 juta. "Dari jaman pelanggan baru 7 juta, kita sudah ingin mengetahui siapa saja pelanggan kita. Dan 10 persennya sudah terdaftar. Tapi sekarang berhubung sudah ada keharusan, effort-nya harus full," imbuh Hasnul. Vice President Public Relation PT Indosat Tbk, Adita Irawati, mengatakan Indosat akan melakukan soft launch tata cara registrasi prabayar pada pertengahan Desember 2005. "Hal itu dilakukan demi mengedukasi masyarakat agar paham tentang pentingnya registrasi dan masalah teknisnya," ujar Dita. Galeri dan PenjualSalah satu aspek penting dalam registrasi kartu prabayar Indosat adalah peranan galeri Indosat dan penjual. Nantinya, ujar Hasnul, penjual kartu perdana prabayar Indosat tak perlu bertindak sebagai pemungut data dari konsumen. Indosat, ujar Hasnul, akan mengoptimalkan galeri Indosat di daerah. "Nanti pelanggan kami minta datang ke galeri, dengan cara dikirimkan SMS ke pelanggan," tuturnya. "Kita juga sudah mencari cara yang paling sederhana agar pelanggan bisa daftar dengan SMS saja, tapi bagaimana supaya datanya valid?" Hasnul menambahkan. Indosat juga mengaku sudah melakukan perhitungan investasi yang akan dikeluarkan untuk menggelar registrasi prabayar. Nantinya dana yang diperlukan akan diambil dari dana operasional. Namun Hasnul enggan menyebut berapa jumlahnya. Untuk tahun 2006, Indosat menyiapkan capital expenditure (Capex) US$ 675 juta. Sedangkan tahun 2005, Capex Indosat sebesar US$ 900 juta. Hasnul mengatakan, target Indosat untuk tahun 2006 adalah mencapai 18 juta pelanggan. Namun dengan adanya registrasi, Hasnul memperkirakan akan terjadi penurunan 15-20 persen jumlah pelanggan. Meski memprediksi adanya peningkatan nilai penurunan jumlah pelanggan, Hasnul mengaku tak khawatir. Pasalnya dengan terdaftar pelanggan akan semakin loyal, dan pada gilirannya hal itu diharapkan bisa meningkatkan volume pendapatan Indosat. (wicak/)







Hide Ads
LIVE