Deputi Gubernur BI Berharap Pada TI
- detikInet
Jakarta -
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Miranda Gultom, mengatakan peranan ICT (Information and Communication Technology) di pedesaan bisa meningkatkan kemampuan wanita untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. "Mereka jadi bisa tahu produk apa yang dibutuhkan di daerah lain," kata Miranda, di sela-sela APEC Forum on Women-owned Business and The Digital Economy: Moving Forward (e-Business: Opportunities for Women) di Gedung Widya Graha LIPI, Jakarta, Senin (5/12/2005). Artinya, wanita di pedesaan pun bisa menjadi pengusaha. Paling tidak hal itu bisa dilakukan untuk mengembangkan ekonomi lokal. "Ada sekitar 50 hingga 60 persen dari pengusaha itu adalah wanita," Miranda menegaskan. Kalangan pengusaha manufaktur dan perbankan pun, ujar Miranda, sudah mulai peduli dengan pentingnya ICT. Masih di kesempatan diskusi yang sama, Idris F. Sulaiman pengurus Indonesia Telecommunication User Group (IDTUG) menyayangkan kebijakan pemerintah tentang rencana kenaikan Pajak Bandwidth. Hal itu menurutnya hanya akan memasung pertumbuhan usaha lewat transaksi elektronik, khususnya UKM. Idris merasa pemerintah seharusnya membiarkan industri itu tumbuh terlebih dahulu. "Dengan e-commerce dipajaki PPN dan PPH, bagaimana mau maju usaha itu?" ujar Idris."Pemerintah jangan jegal-jegalan duluan, mentang-mentang melibatkan aspek ekonomi, langsung dikenakan pajak," ia menambahkan. Kenaikan pajak bandwidth, menurut Idris, akan menyebabkan tumbangnya industri bagaikan keping domino yang berjatuhan (efek domino).
(wicak/)