'Bakti Harus Fokus agar Indonesia Merdeka Sinyal Tercapai'

'Bakti Harus Fokus agar Indonesia Merdeka Sinyal Tercapai'

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Selasa, 25 Feb 2020 21:05 WIB
Ilustrasi Kominfo, Ilustrasi Gedung Kominfo, Gedung Kominfo
Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
Jakarta -

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) diharapkan bisa fokus dalam menggarap programnya agar target Indonesia Merdeka Sinyal bisa tercapai.

Hal ini diutarakan oleh Mohammad Ridwan Effendi, Sekretaris Jendreal Pusat Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi ITB. Menurutnya, rencana Indonesia Merdeka Sinyal bisa terhambat karena Bakti, yang merupakan Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kominfo tidak fokus dalam menjalankan programnya.

Program Indonesia Merdeka Sinyal yang diinisiasi Kominfo di era Menteri Rudiantara, saat ini menjadi perhatian Komisi I DPR RI. Dalam Rapat Kerja dengan Kominfo pada 5 Februari 2020, disampaikan bahwa Komisi I DPR RI mendesak Kominfo untuk serius mencapai target Indonesia Merdeka Sinyal.

Program yang diharapkan akan memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat ini masih menemukan banyak kendala, dan dianggap masih jauh dari apa yang sudah ditargetkan.

Selain program Indonesia Merdeka Sinyal, Bakti masih terbebani dengan proyek Palapa Ring serta proyek ambisius lainnya yaitu untuk memiliki satelit sendiri bernama Satelit Indonesia Raya (Satria).

Sepanjang tahun 2018, Bakti hanya mampu membukukan pendapatan sebesar Rp 2,9 triliun. Di tahun 2019 pendapatan Bakti diperkirakan hanya Rp 3,1 triliun. Pendapatan Bakti tersebut berasal dari uang iuran USO operator yang nilainya 1,25% dari revenue para operator.

Proyek Palapa Ring yang terdiri dari Paket Barat, Tengah, dan Timur serta proyek Satria yang digagas Bakti di era Menteri Rudiantara semua dilakukan dengan pola kerjasama dengan perusahaan swasta melalui mekanisme Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Untuk kerja sama pembangunan Palapa Ring Paket Barat, Bakti mengeluarkan anggaran operasional Rp 232,4 miliar per tahun. Sementara untuk anggaran yang dikeluarkan untuk Palapa Ring Paket Tengah BLU Kemenkominfo tersebut harus merogoh kocek Rp 249,1 miliar per tahun. Sementara biaya operasional Palapa Ring Paket Timur, Bakti harus mengalokasikan dana sebesar Rp 1,3 triliun per tahun.

Ironisnya dana yang telah dianggarkan tersebut tidak sesuai dengan utilisasi yang diharapkan. Hingga saat ini utilisasi Palapa Ring secara keseluruhan, masih sangat rendah yaitu hanya 6% saja.

Sedangkan untuk pengadaan Satria, Bakti harus mengalokasikan dana Rp 21 triliun. Jumlah tersebut belum termasuk biaya pengadaan ground segment yang mencapai jumlah 150 ribu titik seperti sekolah, kantor pemerintah daerah, kantor TNI dan POLRI serta rumah sakit yang tidak ada korelasinya dengan program USO serta Indonesia Merdeka Sinyal.