Kamis, 20 Feb 2020 14:14 WIB

Lelang Frekuensi 5G, Thailand Kantongi Rp 44 Triliun

Agus Tri Haryanto - detikInet
Booth Qualcomm di Mobile World Congress (MWC) 2019 Lelang Frekuensi 5G, Thailand Kantongi Rp 44 Triliun. Foto: detikINET/Anggoro Suryo Jati
Jakarta -

Regulator Telekomunikasi Thailand mengantongi 100,52 miliar Bath atau setara Rp 44 triliun usai melelang spektrum untuk layanan 5G. Artinya, sebentar lagi negara tetangga Indonesia itu akan menggelar layanan internet super ngebut.

Total ada 48 lisensi yang diperebutkan operator seluler yang beroperasi di negeri Gajah Putih ini. Operator Advanced Info Service muncul sebagai pemenang terbesar dengan meraih 23 lisensi di seluruh tiga pita frekuensi.

Kemudian, True Corporation dan Total Access Communications (Dtac) masing-masing mengantongi 17 lisensi dan dua lisensi. Perusahaan milik negara, CAT Telecom dan TOT yang akan digabung menjadi perusahaan National Telecom yang turut berpartisipasi pada lelang ini memenangkan total enam lisensi.

Komisi Penyiaran dan Telekomunikasi Nasional (NBTC) mengatakan teknologi jaringan generasi kelima tersebut akan menawarkan kecepatan data hingga 100 kali lebih ngebut dari jaringan 4G. Hal itu, kata NBTC, dapat membantu mendorong ekonomi digital di Thailand.

"Teknologi 5G di Thailand diharapkan dapat membantu mendorong perekonomian dengan sedikitnya 177 miliar Bath tahun ini, menyumbang 1,02% dari PDB negara," kata Sekjen NBTC Takorn Tantasith dikutip dari Reuters, Kamis (20/2/2020).

Bahkan, Tantasith memperkirakan nilai tersebut bisa melonjak hingga dua kali lipatnya pada tahun 2021.



Simak Video "Hotel-hotel di Thailand Sepi Akibat Wabah Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)