Suntikan Rp 500 Miliar Untuk Perkuat Jaringan Esia
- detikInet
Jakarta -
Sinyal hilang (blankspot) serta putusnya sambungan (drop call) memang amat menjengkelkan kala berponsel ria. Kedua hal itu berpotensi membuat pelanggan bisa seenaknya saja berpindah layanan (churn rate) dan itulah yang menjadi momok bagi operator.Kini, pelanggan Esia boleh tersenyum puas. Begitu pula penyedia layanannya. Pasalnya dana segar sebesar Rp 500 Miliar hasil right issue (penerbitan saham baru-red) Bakrie Brothers pada Bakrie Telecom siap dialokasikan untuk peningkatan kualitas jaringan di wilayah Jabotabek. Tentunya dengan menambahkan sejumlah Base Transceiver Station (BTS).Penambahan BTS di wilayah itu merupakan bagian dari rencana pengembangan dan ekspansi jaringan Bakrie Telecom secara keseluruhan, yang pembiayaannya diperoleh dari tambahan modal sebesar Rp 500 milyar dari induk perusahaannya, yaitu PT Bakrie Brothers Tbk. Dengan beroperasinya tambahan BTS itu, Presdir Bakrie Telecom Anindya N. Bakrie mengklaim kualitas jaringan Esia akan meningkat lebih baik. "Yang jelas, akan dicapai perluasan coverage (cakupan-red) dan peningkatan kualitas sinyal Esia di Jabotabek," ujar Anindya dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/11/2005).Penguatan kualitas jaringan tersebut, menurutnya, berdampak positif terhadap tingkat keberhasilan panggilan telepon (success call ratio), penurunan tingkat putus hubungan (drop call), pengurangan wilayah blank spot serta perbaikan wilayah cakupan layanan (coverage) Esia secara keseluruhan. Suntikan DanaBersama dengan Chief Financial Officer Bakrie Telecom Jastiro Abi dan Managing Director PT Danatama Makmur Houston Jusuf, Anindya menemui Direktur Utama PT Bursa Efek Jakarta (BEJ) Erry Firmansyah untuk melakukan mini expose ke BEJ sebagai bagian dari prosedur perolehan kontrak pendahuluan pencatatan saham. Dalam hal itu, PT Danatama Makmur akan bertindak selaku perusahaan penjamin pelaksana emisi (lead underwriter)."Dana sebesar Rp 500 miliar itu adalah tambahan dana pengembangan usaha yang diperoleh Bakrie & Brothers dari hasil right issue, yang disuntikkan kepada Bakrie Telecom dalam bentuk penambahan modal," Jastiro. Sebelumnya, Bakrie & Brothers pada bulan Juni lalu baru saja melakukan penerbitan saham baru (right issue) dan mendapatkan dana segar sebesar Rp 1,9 triliun. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bakrie Brothers pun telah menyetujui alokasi dana sebesar Rp 500 miliar untuk meningkatkan investasi Bakrie Brothers dalam bentuk penyertaan modal guna mendukung ekspansi anak perusahaannya, yakni Bakrie Telecom. Dengan pengembangan jaringan ini, kata Anindya, sinyal Esia di wilayah Jabotabek, terutama di pinggiran kota dan di dalam gedung-gedung (indoor) akan jauh lebih baik. Bakrie Brothers sendiri meyakini Bakrie Telecom akan menjadi penyumbang keuntungan yang signifikan di masa mendatang, mengingat potensi pasar yang begitu besar dan pertumbuhan industri telekomunikasi yang sangat pesat.
(rouzni/)