Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Satelit Telkom-2 Meluncur

Satelit Telkom-2 Meluncur


- detikInet

Cibinong - Satelit Telkom-2 meluncur hari ini, Kamis (17/11/2005), di Kourou Guyana, Prancis. Setelah tertunda beberapa kali, Telkom-2 akhirnya meluncur juga pukul 06:46 WIB.Satelit Telkom-2 ditujukan untuk menggantikan satelit Palapa B4 yang masa operasinya berakhir Juli 2003. Setelah mengalami beberapa kali penundaan, satelit kedelapan milik PT Telkom Tbk. ini akhirnya meluncur pukul 20.46 waktu Guyana, Perancis, atau 06.46 WIB. Dari Indonesia, acara peluncuran dapat disaksikan dari Stasiun Pengendali Utama (SPU) Satelit Telkom di Cibinong, Jawa Barat, melalui teknologi video streaming.Hadir di Cibinong, sejumlah pejabat tinggi negara seperti Menteri Negara BUMN Sugiharto dan Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar. Sedangkan Direktur Utama Telkom sendiri, Arwin Rasyid, tidak hadir karena sedang ada di New York, untuk clossing bell 10 tahun IPO Telkom. Pejabat Telkom yang mewakili adalah Komisaris Utamanya, Tantri Abeng. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang direncanakan datang pun absen, karena sedang dalam perjalanan ke Korea untuk kunjungan kenegaraan. Demikian halnya dengan Menkominfo Sofyan Djalil yang tak bisa hadir karena sedang ke Tunisia, untuk mengepalai delegasi Indonesia di konferensi masyarakat informasi dunia, World Summit on Information Society (WSIS).Dari Perancis, Wakil Dirut Telkom, Garuda Soegardo melakukan videoconference melaporkan prosesi peluncuran Telkom 2. Menurutnya, selama tujuh hari perencanaan peluncuran -- peluncuran rencananya berlangsung Minggu (13/11/2005) -- satelit Telkom-2 sudah empat kali mengalami penundaan. Penundaan terakhir disebabkan karena ada perbaikan teknis pada roket di landasan luncur yang memakan waktu selama tiga hari. Dikatakan Garuda, sebelum peluncuran, perusahaan peluncuran satelit, Arianespace, melakukan double check terhadap satelit Telkom-2. Proses ini berlangsung selama 10 jam. Sementara untuk pengisian bahan bakar memakan waktu selama enam jam, dan proses cooling down dilakukan selama tiga jam sebelum peluncuran.Setelah diluncurkan pada pukul 06.46 WIB, Telkom-2 direncanakan melakukan separasi dari roket peluncur, pada menit ke 33 lebih 22 detik. Tapi rencana itu meleset dan terjadi delay hingga menit ke 34 lebih 16 detik.Menurut Abdul Haris, Direktur Solusi Jaringan Telkom, apabila peluncuran ini tertunda lagi, Telkom bisa mengeluarkan biaya lagi untuk menyewa 10 transponder dari China Star dan Upstar Hong Kong, karena masa sewanya berakhir pada tanggal 20 November 2005. Biaya sewa 10 transponder satelit itu adalah sebesar Rp 3,6 miliar. Satelit Telkom 2 diperkirakan akan ada di orbit dalam waktu 10 hari semenjak dilepas dari roket pengendali. "Orbit Telkom-2 ada di 118 derajat bujur timur atau sejajar dengan garis khatulistiwa," kata Tonda Priyanto, Kepala Satelit Pengendali Utama Cibinong. Satelit Telkom-2 akan memiliki 24 transponder. (Keterangan foto: Momen peluncuran roket Arianespace yang membawa satelit Telkom-2. Diambil dari layar pengawas satelit di Stasiun Pengendali Utama, Cibinong.) (ketepi/)





Hide Ads