Senin, 21 Okt 2019 20:49 WIB

Huawei Jajaki Lisensi 5G di AS

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: Alexander Koerner/Getty Images Foto: Alexander Koerner/Getty Images
Jakarta - Meski masuk dalam daftar hitam pemerintah Amerika Serikat, Huawei tetap menjajaki pembangunan jaringan 5G dengan perusahaan telekomunikasi AS.

Penjajakan itu terkait melisensi teknologi jaringan 5G mereka ke perusahaan-perusahaan telko AS. Hal ini dikonfirmasi oleh SVP dan dewan direksi Huawei Vincent Pang, yang menyebut ada sejumlah perusahaan AS yang menyatakan ketertarikannya untuk melakukan kerja sama dengan Huawei.

"Ada sejumlah perusahaan yang menghubungi kami, namun ini akan membutuhkan perjalanan panjang untuk memfinalisasi semuanya," ujar Pang saat berkunjung ke Washington baru-baru ini.

Pemerintah AS sendiri sebenarnya sudah menyatakan antipatinya terhadap Huawei. Pasalnya perangkat jaringan Huawei ditakutkan dipakai untuk memata-matai konsumen, yang kemudian membuat mereka memasukkan Huawei ke dalam daftar hitam, dan mengajak para sekutunya untuk tak menggunakan perangkat buatan Huawei.


Posisi tawar Huawei sebenarnya terbilang baik soal penyediaan peralatan telekomunikasi 5G. Pasalnya perangkat yang ditawarkan oleh rivalnya seperti Ericsson dan Nokia, relatif lebih mahal ketimbang yang ditawarkan oleh Huawei.

Mei lalu Huawei, yang merupakan penyedia perangkat telekomunikasi terbesar di dunia, dimasukkan ke dalam daftar hitam oleh pemerintah AS karena masalah keamanan nasional. Akibatnya, Huawei tak bisa membeli komponen buatan AS tanpa izin khusus.

Tak cuma itu, pemerintah AS pun menggugat Huawei dengan tuduhan pelanggaran sanksi AS terhadap Iran, pencurian rahasia perusahaan dan sejumlah tuduhan lain. Semua tuduhan itu berulang kali sudah ditepis oleh Huawei. (asj/fay)