Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Untuk Penataan Frekuensi 3G
'Telkom Tak Harus Gabung di Frekuensi Mobile 8'
Untuk Penataan Frekuensi 3G

'Telkom Tak Harus Gabung di Frekuensi Mobile 8'


- detikInet

Jakarta - PT Telkom, yang saat ini belum menemukan solusi atas penggusuran layanannya dari frekuensi 3G, dinilai tidak harus bekerjasama dengan Mobile 8 untuk menemukan solusi. Solusi bagi Telkom sebaiknya bukan bergabung ke Mobile 8 yang saat ini ada di frekuensi 800 MHz. Tapi lebih baik digeser ke frekuensi yang tak jauh dari 1900 MHz, yang saat ini ditempati operator yang belum memiliki basis pelanggan.Hal itu disampaikan Mas Wigrantoro, salah satu ketua Masyarakat Telekomunikasi (Mastel), dalam diskusi Pembenahan Frekuensi di Kafe Pinang Bistro, Jakarta."Telkom Flexi dan Indosat StarOne sebenarnya tak perlu pindah, lebih baik digeser saja," usulnya. Indosat StarOne sebelumnya juga digusur dari frekuensi 1900 MHz, sehingga memilih bergabung dengan Bakrie Telecom, yang mengoperasikan layanan Esia di frekuensi 800 MHz.Pernyataan senada juga disampaikan pembicara lainnya, Roy Suryo, Ketua Departemen Komunikasi dan Informatika, DPP Partai Demokrat. "Daripada menggusur Telkom dan Indosat, pemerintah lebih baik menggeser PT PrimaSel dan PT Wim. Lagipula kedua operator itu blum punya basis pelanggan," usul Roy.Nuzul Achjar, Pemerhati dan Analis Telekomunikasi dari LPEM FEUI mengatakan, rencana realokasi frekuensi 3G harus didasarkan pada perhitungan bisnis yang sesuai. Yang dipilih adalah yang dinilai paling kecil dampak kerugiannya bagi semua pihak.Menurut Mas Wigrantoro, baik Wim dan PrimaSel, keduanya telah memiliki lisensi frekuensi tapi belum beroperasi secara komsersial. Dari kedua operator itu, yang langsung bersinggungan dengan frekuensi 3G adalah Win, sedangkan Primasel tidak."Jadi yang Wim lakukan saat ini hanya menunggu tender 3G. Mereka juga langsung membangun 30 BTS begitu mendengar penataan frekeunesi," kata Mas Wigrantoro. "Sedagkan Primasel sendiri tidak diuntak-atik kerena berada di luar spektrum 3G. Jadi yang pusing itu sebenaranya Wim," imbuhnya.Roy menyimpulkan, jadi kalau dilihat dari perhitungan bisnisnya, serta investasi yang dikelaurkan Telkom, mereka lebih baik pindah ke PrimaSel, dibanding ke Mobile-8. Karena kalo dari segi basis pelanggan, investasi dan risiko kerugiannya, akan lebih baik seperti itu. (ketepi/)





Hide Ads