Kamis, 12 Sep 2019 18:18 WIB

NTT Bangun Jaringan Pakai SD-WAN di Indonesia

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: Dok. NTT Foto: Dok. NTT
Jakarta - NTT, penyedia layanan teknologi, digandeng bank Asia terkemuka di Indonesia untuk mengimplementasikan Software Defined Wide Area Network (SD-WAN) yang bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan bandwidth jaringan.

Selain itu, penggunaan SD-WAN ini juga bakal meningkatkan kinerja aplikasi yang kriti dan meningkatkan visibilitas jaringan di lebih dari 120 kantor cabang milik bank tersebut.

NTT telah menggabungkan kemampuan 28 perusahaan-perusahaan, termasuk Dimension Data, untuk menjadikannya satu penyedia layanan teknologi terkemuka pada 1 Juli 2019 lalu.

Ketika sebuah bank melakukan sebuah perjalanan untuk mentransformasikan dirinya menjadi bank unggulan melalui inovasi dan pertumbuhan maka konektivitas jaringan merupakan salah satu bidang utama yang diidentifikasi untuk melakukan transformasi.

Perubahannya harus dilakukan dengan merombak infrastruktur WAN yang lama dan arsitektur yang kaku agar dapat menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan untuk peningkatan pengalaman pelanggan di setiap cabang mereka.

NTT ditunjuk untuk mendesain ulang dan mengoptimalkan konektivitas bank tersebut. Solusi yang diusulkan mencakup solusi SD-WAN yang menggunakan tautan Multiprotocol Label Switching (MPLS) yang sepenuhnya redundan dengan koneksi yang aktif. Hal ini dilakukan untuk memastikan terjadinya waktu respon yang lebih cepat untuk memastikan produktivitas dan kualitas layanan ke jaringan cabangnya, seiring dengan pengurangan biaya operasipnalnya hingga 50 persen.

Solusi yang diberikan juga mencakup penerapan Kualitas Layanan (QoS) untuk meningkatkan kualitas Voice over IP (VoIP) di setiap cabang sehingga terjadi pengurangan upaya administrasi hingga 50 persen.

Pada saat yang sama, solusi ini pun memastikan bahwa aplikasi kritis dapat didefinisikan, diprioritaskan dan diproses dengan minimalisir gangguan, laten, dan kerugian, dengan demikian peningkatan kinerja aplikasi dapat ditingkatkan sebesar 10 persen. Dengan visibilitas granular dari lalu lintas jaringan yang ada di semua cabang, anomali lalu lintas serta perilaku pengguna juga dapat dipantau dengan lebih cermat dan dengan segera mendapatkan perhatian.

"Di era digital saat ini, bank-bank harus gesit, inovatif, dan fokus pada nasabahnya. Untuk melakukan ini, mereka harus memanfaatkan solusi kinerja tinggi yang memungkinkan mereka dapat cepat beradaptasi dengan permintaan pelanggan dan permintaan pasar yang berubah," ujar Hendra Lesmana Country General Manager Dimension Data Indonesia dalam keterangan yang diterima detikINET.

"Kami sangat senang bisa bekerja-sama dengan salah satu bank Asia terkemuka yang berkomitmen untuk membantu usaha kecil dan menengah dan mitra ritelnya. Kami percaya bahwa kolaborasi kami akan mendukung bank tersebut untuk mempercepat layanan mereka secara lokal dan di seluruh wilayah di Indonesia. Hal ini juga menjadi jawaban terhadap kebutuhan bandwidth mereka yang dinamis dan visibilitas jaringan yang cakupannya lebih besar, di mana pada akhirnya dapat memainkan peran kunci dalam kesuksesan digital mereka di masa depan," tutupnya.

Simak Video "Fenomena Hari Tanpa Bayangan Terjadi di Banyuwangi"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)