Senin, 09 Sep 2019 22:26 WIB

Indosat Mau Lelang 3 Ribuan Tower, Berapa Estimasi Valuasinya?

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Ilustrasi Menara Telekomunikasi. Foto: Rachman Haryanto Ilustrasi Menara Telekomunikasi. Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Indosat Ooredoo kabarnya berencana melelang 3.100 tower miliknya. Berapa estimasi valuasi menara-menara telekomunikasi tersebut?

Proses lelangnya sendiri saat ini dalam tahap due dilligence dan lima perusahaan menara kabarnya berminat ikut dalam tender. Beberapa perusahaan menara yang tersiar ikut dalam lelang diantaranya PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melalui anak usaha Protelindo, PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), PT Centratama Telekomunikasi (CENT), dan PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR).

Sementara Direktur Indonesia ICT Institute Heru Sutadi dalam keterangan yang diterima detikINET memprediksi harga per menara milik Indosat akan dibuka sekitar USD 140 ribu dalam lelang kali ini.

"Angka ini berkaca pada transaksi Indosat-TBIG pada 2013, serta transaksi yang dilakukan XL Axiata dengan SUPR pada 2014, dan XL-Protelindo pada 2016," paparnya dalam keterangan yang sama.

Pada 2013, Indosat melepas 2.500 menaranya ke Tower Bersama senilai USD 406 juta (sebelum dikenakan beberapa penyesuaian harga). Dari total nilai akuisisi tersebut, sebesar 17,98% atau USD 73 juta dibayar dalam bentuk saham dari perusahaan menara itu.




Pada 2014, XL Axiata melepas 3.500 menara ke Solusi Tunas Pratama dengan nilai Rp 5,6 triliun di mana pembayaran transaksi seluruhnya dalam bentuk tunai. XL menyewa kembali menara yang telah dijual kepada Solusi Tunas Pratama untuk jangka waktu 10 tahun.

"Kalau dilihat dari transaksi yang dihasilkan serta nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, taksirannya satu menara Indosat itu sekitar USD 140 ribu. Faktor lain yang menentukan valuasi menara itu kan tenancy ratio, usia menara, lokasi, harga sewa kembali, dan lainnya," ulasnya.

Diyakininya, lelang menara milik Indosat akan ketat karena bisnis infrastruktur telekomunikasi itu menjanjikan margin yang menjanjikan. "Di mana ada bisnis dimana penyewanya sudah pasti seperti menara. Makanya pendanaan tak akan jadi isu bagi buyer, bank asing akan banyak yang support," ujarnya.

Sementara analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan nilai sebuah aset akan wajar jika tak jauh berbeda dengan harga di pasar, dan industri bisa menerimanya. "Kalau pasar bisa menyerap, itu artinya harganya wajar segitu. Harga wajar kan dilihat nanti besaran pada pemanfaatannya," katanya.




Simak Video "Internet 101, Cara Indosat Ooredoo Edukasikan Internet Baik"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/krs)